Jembatan Damma Maros Dikorupsi, Plt Kades Bonto Matinggi Jadi Tersangka

oleh -0 views

Maros, Retorika.co.id – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompo Bulu, Saharuddin, ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Maros, Jum’at (12/10/18).

Sebelumnya, tim penyidik telah memeriksa beberapa orang saksi dan sejumlah alat bukti dalam kasus dugaan korupsi Jembatan Dusun Damma di Desa Bonto Matinggi, tahun anggaran 2015-2017.

“Dalam kasus dugaan korupsi Jembatan Damma, kami telah menetapkan tersangka,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Maros, M Noor Ingratubun.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Maros, Agung Riyadi mengutarakan, penetapan tersangka pada Saharuddin (kini menjabat sebagai Sekretaris Desa Bontomatinggi), setelah dilakukan pemeriksaan dan pengumpulan alat bukti.

“Saat tahun 2015 lalu, SH bertindak selaku Plt Bonto Matinggi, sehingga dianggap bertanggung jawab dalam pembangunan Jembatan Dusun Damma,” ungkapnya.

Agung melanjutkan bahwa jembatan yang dibangun secara swakelolah ini, mulai dianggarkan pada tahun 2015 lalu dengan total anggaran yang dikucurkan pihak desa sebesar Rp 197 juta, akan tetapi anggaran tersebut tidak semua terpakai.

“Anggaran tersebut tidak semua terpakai dan ada yang tidak terlaksana sebesar Rp 133 juta. Sedangkan laporan pertanggung jawaban Plt Kepala Desa yang saat itu dijabat oleh Sekdes SH, rampung 100 persen,” lanjutnya.

Sampai di tahun 2017, pembangunan Jembatan Dusun Damma belum juga rampung, sehingga Kepala Desa terpilih saat itu kembali mengucurkan anggaran untuk perampungan sebesar Rp 135 juta. Dari anggaran Rp135 juta itu, ada sekitar Rp 111 juta yang digunakan untuk pembelian bahan, tetapi tidak digunakan.

“Padahal LPJ proyek sudah rampung 100 persen, sedangkan ada barang yang tidak digunakan. Padahal sudah dibeli. Kadesnya juga belum pernah beli tali seling,” tutupnya.
(adn)