Angin Puting Beliung Porak-Porandakan Pemukiman di Moncongloe

oleh -7 views

Maros, Retorika.co.id – Puluhan rumah warga di tiga desa di Kecamatan Moncongloe, porak-poranda, usai diterjang bencana angin puting beliung yang terjadi Senin (15/10/18).

Hujan dan angin kencang menerpa pemukiman hingga separuh atap seng dan balok rumah milik warga ikut terlepas.

“Sekitar jam 5 kejadian, saat itu angin kencang dan hujan deras makanya balok patah-patah dan seng ikut terbang,” ungkap Syarif, pemilik rumah di Dusun Bonto Bunga.

Guna mengantisipasi datangnya hujan susulan, warga hanya memanfaatkan sisa balok kayu yang bisa terpakai dan berharap adanya bantuan dari pemerintah terkait, untuk perbaikan rumah yang mengalami kerusakan.

“Sampai hari ini belum ada bantuan dari pemerintah, semalam yang datang hanya polisi tanya-tanya. Kita berharap ada bantuan, karena balok patah dan tidak ada uang,” keluh syarif.

Dilain pihak, Kapolsek Moncongloe Iptu Abd.Malik saat ditemui di lokasi menjelaskan, sejauh ini terdapat 25 unit rumah mengalami kerusakan di tiga desa, termasuk diantaranya rumah penduduk, mesjid dan kandang ayam milik warga rata dengan tanah.

“Sejauh ini ada 25 rumah untuk wilayah Bonto Marannu, Bonto Bunga dengan Moncongloe Bulu, jadi tiga desa di satu kecamatan. Kerusakan rata-rata di bagian atap rumah warga, selain itu ada juga perumahan sekolah di Manjalling, Mesjid juga ada termasuk kandang ayam,” jelas Iptu Abd.Malik.

Pemerintah terkait juga, lanjut Iptu Abd.Malik telah melakukan pendataan terkait bencana angin puting beliung yang melanda pemukiman warga. Meski begitu, pemerintah kecamatan masih menunggu datangnya bantuan dari pemerintah kabupaten.

“Kalau dari pemerintah semalam jam 1 sudah datang dari BPBD, kemudian dilaporkan juga ke kabupaten terkait bencana alam puting beliung ini dan pemerintah kecamatan menunggu bantuan dari kabupaten,” paparnya.

Dikesempatan itu, jajaran petugas dari polsek moncongloe juga memberikan bantuan kepada warga yang terkena dampak bencana angin puting beliung, berupa paku seng dan balok untuk digunakan saat perbaikan.

Hasil pantauan di lokasi, tidak hanya pada pemukiman dan 3 unit kandang ayam serta fasilitas ibadah yang terkena dampak bencana angin puting beliung ini. Namun pagar pembatas sepanjang 100 meter milik milik PLN Gardu induk yang ada di Kecamatan Mongloe juga rata dengan pondasi.
(adn)