Kasus Tawuran UIN Alauddin, Rektor Teken MoU Bersama Kapolda

oleh -3 views

Makassar, Retorika.co.id – Demi memulihkan keamanan dan penegakan hukum pasca tawuran di kampus UIN Alauddin Makassar, pihak kampus menggelar pertemuan dengan Kapolda Sulsel, Senin (29/10/1987).

Pertemuan terbatas tersebut digelar di ruang Kapolda Sulsel, antara pimpinan UIN Alauddin yang dipimpin langsung Rektor UIN Prof Musafir Pababari, didampingi Warek II Prof Lomba Sultan, Warek III Prof Aisyah Kara, serta Dekan Fak Syariah/Hukum Prof Darussalam dan Dekan Fakultas Dakwah Komunikasi Prof Abd Rasyid Masri.

Sementara dari pihak Polda Sulsel dipimpin langsung oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono, didampngi jajaran Dirintelkam, Dirshabara, dan Polres Gowa.

Pertemuan tersebut diselenggarakan karena selama ini, UIN Alauddin dengan Polda Sulsel memiliki MoU terkait penyelenggaraan, penanganan ketertiban dan keamanan di lingkup UIN Alauddin. Sehingga, terkait insiden kerusuhan yang sebelumnya terjadi di lingkup UIN Alauddin yang melibatkan perseteruan dua kelompok mahasiswa Fak Syariah/Hukum dan Fak Dakwah/Komunikasi, Kapolda berjanji dan menegaskan akan menindak tegas tanpa pandang bulu.

“Siapapun pihak-pihak yang terkait langsung dengan bentrokan tersebut, termasuk pihak yang menjadi pemicu timbulnya kerusuhan tersebut,” kata Irjen Pol Umar.

Beberapa poin kesepakatan yang dilahirkan dalam pertemuan tersebut, antara lain:
1. Menyerahkan sepenuhnya ke aparat penegak hukum terkait masalah pidana memproses pelaku kerusuhan.

2. Pihak UIN telah membentuk Tim Investigasi Internal yang bekerja mengumpulkan bahan maupun keterangan-keterangan untuk menelusuri dugaan adanya pelanggaran kode etik maupun pelanggaran hukum. Baik yang diduga dilakukan oleh mahasiswa maupun pegawai/dosen:

3. Pihak UIN dan Polda Sulsel melalui Polres Gowa akan memaksimalkan kerja sama penguatan fungsi-fungsi intelkam di dalam kampus UIN.

4. Pihak UIN dan Polres Gowa juga akan menindaklanjuti lebih teknis kerjasama tersebut dalam bentuk MoU, selain dari MoU yang telah ada sebelumnya denga Polda Sulsel.
(sul)