Mediasi Perselisihan CV. PMA Dan Karyawan, Disnaker Makassar Beri Surat Anjuran

oleh -96 views

RETORIKA.CO.ID, Makassar – Dinas Tenaga Kerja (Dianaker) Kota Makassar yang menangani masalah perselisihan hubungan indusrial antara Mustari M (karyawan) dengan CV. Perkasa Maju Abadi, telah menyurati para pihak yang berselisih. Sabtu (19/01/19).

Langkah tersebut diambil oleh Disnaker Kota Makassar setelah proses mediasi yang dilakukan oleh mediator PHI tidak menemukan solusi bersama antara pihak Mustari dengan CV. Perkasa Maju Abadi.

Berdasarkan surat yang ada, pihak Disnaker menguraikan bahwa mediasi telah dilakukan 2 (dua) kali, mediasi pertama tidak dihadiri oleh pihak perusahaan, mediasi kedua pihak perusahaan hadir tapi tidak ada kesepakatan bersama.

Sementara itu, LSM PERAK yang mendampingi Mustari M dalam kasus tersebut juga membenarkan adanya surat anjuran tersebut.

“Benar, Disnaker Kota Makassar telah membuat surat anjuran, dan kami sudah terima suratnya. Kami juga telah menyampaikan isinya kepada Pak Mustari M,” terang Wakil Ketua LSM Perak, Masran Amiruddin, SH.MH.

Masran juga mengatakan bahwa terkait dengan isi surat anjuran yang dibuat oleh Disnaker sudah sesuai dengan apa yang dinginkan oleh Mustari M.

“Kami akan segera membalas surat anjuran tersebut, dan akan terus mengawal kasus PHK sepihak yang dilakukan perusahaan CV. Perkasa Maju Abadi kepada Mustari M,” lanjutnya.

Sehubungan dengan surat anjuran tersebut, Mustari M ketika dikonfirmasi mengungkapkan bahwa dirinya sebagai pihak yang di PHK juga telah mengetahui adanya surat tersebut.

Iye, saya sudah dikasih tau sama teman-teman di LSM PERAK, mereka juga sudah jelaskan isinya, dan saya setuju dengan apa yang telah diuraikan oleh pihak Disnaker dalam suratnya itu,” beber Mustari.

Sesuai fungsinya, surat anjuran yang dibuat oleh Disnaker Kota Makassar pada prinsipnya menganjurkan kepada pihak perusahaan untuk melaksanakan kewajibannya kepada karyawan yang di PHK.

Jika tidak dipenuhi, maka langkah penyelesaian selanjutnya adalah melalui pengadilan yakni, di Pengadilan Hubungan Industrial.

(juma)