Kuasa Hukum Dg Nompo Minta Polsek Bontonompo Serius Tangani Kasus Penggelapan

oleh -40 views

Retorika.co.id, BONTONOMPO, Kasus penipuan dan penggelapan yang dilaporkan Nasrul Dg Nompo di Kepolisian Sektor (Polsek) Bontonompo, hingga saat ini masih terus bergulir proses penyelidikannya.

Hanya saja, sejak dilaporkannya dugaan penipuan penggelapan itu dengan laporan polisi Nomor : LP/88/VII/2018/Sul-sel/Res.Gowa/Sek Bt.Nompo, tanggal 27 Juli 2018 belum jelas penanganannya.

Hadi Soestrisno SH, selaku Kuasa Hukum pelapor, Nasrul Dg Nompo mengatakan, kliennya itu melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan atas tujuh ekor sapi yang hingga saat ini belum dibayarkan oleh terlapor, Sattuang Dg Nassa.

“Jadi ada tujuh ekor sapi yang diambil oleh terlapor namun hingga saat ini belum dibayar. Terlapor dalam hal ini Sattuang Dg Nassa, hanya berjanji terus, ” kata Hadi, Rabu (13/2/19)

Ketua Yayasan Bantuan Hukum Mitra Indonesia Mandiri (YBH-MIM) ini menerangkan, pelapor dalam hal ini Nasrul Dg Nompo diambil sapinya tujuh ekor oleh terlapor. Namun, dikemudian hari, terlapor tidak membayarnya seharga Rp 88.900.000.

“Bahkan ada yang diambil sapi sebelumnya, sampai sekarang belum selesai dibayarkan. Sisa yang belum dibayar pengambilan sebelumnya itu sebesar Rp 30.000.000, ” terang Hadi.

Namun karena terlapor hanya berjanji dan tidak menepatinya, sehingga dilaporkan ke Polsek Bontonompo. Hanya saja, hingga saat ini proses penanganannya belum ada titik terang. Pihaknya pun meminta agar penyidik memprosesnya dengan profesional.

Adapun lanjut Hadi, penyidik telah menyampaikan surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Laporan (SP2HP) A1, 27 Juli 2018 lalu, dengan penyampaian perpanjangan penyelidikan.

Kemudian, 10 Oktober 2018, penyidik mengeluarkan surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan A2, 10 Oktober 2018. Namun, penyidik berdalih tidak menemukan bukti permulaan yang cukup sehingga tidak dinaikkan ke penyidikan.

“Alasannya, penyidik butuh saksi dan bukti baru untuk melakukan penyelidikan lanjutan. Kami sudah hadirkan bukti kepemilikan sapi. Itu artinya sapi klien kami itu belum dibayar karena bukti kepemilikannya sapi masih ada sama klien, ” tutupnya.(*)