Caleg PKB, Aris Muhammadia dan Anaknya Kedapatan Bagi Uang ke Warga

oleh -2.445 views
Caleg PKB Makassar

MAKASSAR, Retorika.co.id — Calon anggota legislatif (caleg), DPRD Provinsi Sulsel nomor urut 1, H. Aris Muhammadia dan Anaknya H. Dimas Adiputra. AM Caleg DPRD Kota Makassar yang juga nomor urut 1 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), diduga melakukan praktik politik uang.

Lembaga Pemantau Pemilu (LPP) LSM PERAK, menemukan caleg PKB tersebut, membagi-bagikan uang kepada seluruh warga yang membawa KTP dan KK.

Jumadi, SH, Koordinator Divisi Hukum LSM PERAK, menjelaskan, uang itu diberikan saat acara sosialisasi caleg tersebut sejak hari Kamis, 21 Maret 2018 hingga hari ini Jum’at mereka masih melakukan kegiatan tersebut.

Acara sosialisasi itu, digelar di rumah H. Muhammadia Caleg DPRD Provinsi Sulsel daerah pemilihan (dapil) Makassar A di Jalan Korban 40.000 samping Puskesmas Jumpandang Baru, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

“Acara itu dihadiri oleh ratusan orang warga yang silih berganti hadir dari seputar warga Kecamatan Tallo,” katanya, Jumat (22/3/19).

Di acara itu, H. Aris Muhammadia dan anaknya bersosialisasi dan memperkenalkan diri sebagai Caleg, lalu membagi-bagikan uang senilai Rp 50.000 untuk satu pemilik Kartu Keluarga. Uang itu diberikan dengan alasan sebagai bantuan pengganti transportasi warga.

“Kami datangi Caleg yang bersangkutan untuk diklarifikasi bahkan kami hadirkan pihak Panwascam. Namun Caleg tersebut terungkap lewat video rekaman dan pernyataan Panwascam kalau acaranya sudah melewati batas waktu. Dimana Caleg tersebut seharusnya selesai di jam 11 tapi hingga pukul 12 siang tetap dibagikan dan dilanjutkan lagi setelah dhuhur,” ungkap jumadi.

Selain dibagi-bagikan uang pecahan Rp 50.000, disisihkan juga kartu nama caleg yang bersangkutan.

Melihat kejadian itu, LSM PERAK selaku Lembaga Pemantau Pemilu (LPP), akan melakukan pengumpulan data, bukti dan keterangan memproses dan melaporkan secara resmi ke Bawaslu Kota Makassar pada 25 Maret 2019.

“Kita sudah kumpulkan data, bukti dan baket. Setidaknya ini sudah masuk kategori informasi awal sebagai temuan, wajib kiranya Bawaslu menindaklanjuti,” terangnya.

Sementara itu, Ketua LSM PERAK, Adiarsa MJ mengatakan, setelah dilakukan kajian, pihaknya akan melaporkan secara resmi.

“Kita sudah kaji dan ini ada indikasi pidananya. Bawaslu harus tegas kalau memang indikasi pelanggarannya kuat,” tegasnya.

Menurut Adiarsa, bagi-bagi uang sudah memenuhi unsur politik uang. Malah saking ngeyelnya bagi-bagi uang tersebut dilanjut hari ini.

“Janganlah cara-cara curang seperti ini dilakukan, jangan merugikan caleg yang lain. Orang tau bapak orang kaya punya banyak duit, tapi kasihan kalau negara kita diisi oleh orang-orang yang terpilih dari hasil money politic. Selanjutnya sudah masuk ranah wilayah Bawaslu dan Kepolisian,” tandas Adiarsa.
(*)