oleh

Diduga Melanggar, PERAK Laporkan Wabup Tana Toraja ke Bawaslu

MAKASSAR, Retorika.co.id — Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Rakyat (LSM PERAK) selaku Lembaga Pemantau Pemilu (LPP) mengambil langkah tegas melaporkan Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara (VDB) ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, Rabu (13/3/19).

Adapun laporan LSM PERAK yang dikomandoi langsung Masran Amiruddin, SH, MH sebagai Wakil Ketua terkait dugaan pelanggaran pada Pasal 547 UU Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pemilu.

“Laporan ini berdasarkan hasil investigasi dan temuan kita di lapangan atas tindakan yang dilakukan Wabup Tana Toraja,” kata Masran saat dikonfirmasi.

Masran menjelaskan, bentuk dugaan pelanggaran yang dilakukan orang nomor dua di Pemkab Tana Toraja itu sekaitan adanya tekanan dan intimidasi terhadap perangkat desa di Tana Toraja agar memenangkan calon legislatif tertentu di Pileg 2019.

“Mestinya sebagai kepala daerah harus memberikan pendidikan politik yang baik terhadap masyarakat. Bukan malah sebaliknya,” urainya.

Olehnya itu, LSM Perak mendesak Bawaslu Sulsel untuk segera melakukan pemanggilan serta pemeriksaan terhadap VDB yang diduga kuat melakukan pelanggaran pemilu.

Menurutnya, aturannya sangat jelas bahwa setiap pejabat negara membuat keputusan dan/atau melakukan tindakan yang menguntungkan dan merugikan salah satu peserta pemilu dalam masa kampanye, ancaman pidana penjaranya paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp 36 juta.

“Jadi tidak ada alasan bagi Bawaslu Sulsel untuk tidak menindaklanjuti laporan ini. Kasus ini akan kita kawal sampai tahap penuntutan,” tegasnya.

Bukti laporan yang dimasukkan LSM PERAK lanjut Masran yang didampingi sejumlah pengurusnya ke Bawaslu Sulsel, antara lain bukti rekaman suara VDB berdurasi 35 menit yang tersebar luas di group facebook bernama Forum Politik Facebooker Toraja (FPFT-Toraja) serta bukti pendukung lainnya.

Berkas laporan tersebut diterima langsung oleh pihak Bawaslu Sulsel bernama Suhardi, SH.

Ikhwal laporan ini muncul setelah Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara diduga mengintimidasi seluruh perangkat desa, mulai kepala lembang (setingkat desa) dan kepala lingkungan se Kabupaten Tana Toraja.

Intimidasi tertebut berbau ancaman terkait pengelolaan dana desa yang bisa berimplikasi hukum.

Aksi “teror” itu dilakukan Victor bilamana para perangkat desa, lingkungan dan kepala lembang di Tana Toraja tidak all out memenangkan tiga calon anggota dewan yang maju di Pileg 2019. Mulai dari tingkat provinsi hingga pusat atau DPR RI.

Dua diantaranya adalah caleg dari Dapil 10 DPRD Sulsel meliputi Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, Sarwindy caleg Partai NasDem yang juga putri sulung Bupati Tana Toraja, Nikodemus Biringkanae serta Nurliah (Caleg Golkar) sekaligus istri Victor Datuan Batara.

“Seruan ini saya sampaikan atas perintah Bupati Pak Nicodemus Biringkanae. Ini harus didengar dan dijalankan,” tegas VDB dalam sambutannya.

Pidato VDB yang dibarengi teror serta intimidasi ini tertuang dalam rekaman suara Victor berdurasi 35 menit saat memberikan sambutan di hadapan seluruh kepala lembang dan dusun se Tana Toraja beberapa waktu lalu di kediaman pribadi VDB di Gasing dan dirumah Pak Bongga di Pa’tengko Mangkende beberapa waktu lalu.
(*)

Gratis Berlangganan Berita Via WhatsApp

BACA BERITA LAINNYA :