oleh

Diduga Tidak Transparan, PJ. Kades Sampulungan Bantah Pernyataan Ketua BPD

Takalar,Sulsel Media Retorika.co.id – Sebelumnya pernah diberitakan Dimedia ini bahwa PJ kades Sampulungan tidak transparan dalam pengelolaan dana desa sehingga Penjabat (PJ) Kepala Desa Sampulungan, Kecamatan Galesong Utara, Rustan Muang membantah kalau dikatakan Musyawarah Pembahasan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT- DD) tahap tiga batal dilaksanakan.

“Kami tetap melaksanakan musyawarah pembahasan BLT DD, walaupun tak dihadiri Ketua BPD Desa Sampulungan, Muhammmad Hasbi, S.Pd karena di hadiri satu anggota dari BPD Desa Sampulungan, Dra Sohrah, M.Pd.I.”

Sebab, musyawarah ini sangat penting untuk dilakukan karena bertujuan untuk mengevaluasi penerima bantuan BLT DD yang telah mendapatkan juga bantuan dari Perikanan dan hasil evaluasi itu, kami menemukan enam orang masyarakat yang menerima BLT DD dan juga mendapatkan bantuan dari Perikanan sehingga kami mengeluarkan namanya sebagai penerima BLT DD. Tegas Rustan Muang, Minggu (02/08).

Rustan Muang juga membantah kalau Ketua BPD Sampulungan mengatakan bahwa dirinya tidak transparan dalam penggunaan Dana Desa dan Dana
Corporate Social Responsibility¬†(CSR). “Apa yang disampaikan Ketua BPD Sampulungan itu tidak benar, sebab
setiap penggunaan Dana Desa itu diawali dengan musyawarah dan telah disepakati secara bersama.”

Kalau laporan realisasi penggunaan Dana Desa tahun 2020
memang kami belum memberikan ke Ketua BPD, karena masih tahun berjalan, nanti diakhir tahun 2020 baru kami memberikan laporan realisasi penggunaan Dana Desa karena memang aturannya cuma sekali setahun Ketua BPD diberikan laporan Realisasi penggunaan Dana Desa.” Tegas Rustan Muang.

Lebih lanjut dikatakan Rustan Muang, anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) di Desa Sampulungan, sebesar Rp.135 juta dan masuk langsung di rekening Desa secara bertahap, dimulai bulan april, mei dan juni tahun 2020.

Kemudian sebagian dana CSR itu kami sudah membelanjakan 30 unit GPS untuk nelayan dan barangnya sudah ada di kantor dan pengalokasiannya sesuai dengan hasil musyawarah desa Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDES) tahun 2020 yang bersumber dari Dana Desa (DD), Anggaran Dana Desa (ADD), Bagi Hasil Pajak Retribusi (BHPR), dan Alokasi Pendapatan Lain lain Desa termasuk Bumdes dan CSR. Ungkap Rustan Muang.

Rustam Muang menambahkan, jumlah penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) sebanyak 115 orang dengan nilai Rp.600 ribu setiap penerima. Sedangkan masyarkat yang tidak tercover di BLT DD, kami memberikan sembako sebanyak kurang lebih 300 paket dengan sumber anggaran dari Silpa Dana Desa tahun 2019 sebesar kurang lebih Rp.80 juta.

Pembagiannya itu kami langsung turun ke masyarakat bersama dengan perangkat Desa dan Ketua BPD Sampulungan. Selain itu, kami juga telah memberikan honor di 20 Relawan Covid 19 Desa Sampulungan.

“Jadi, apanya lagi kalau dikatakan kami tidak tranparasan dalam menggunakan Dana Desa dan CSR. Mungkin pernyataan Ketua BPD Sampulungan itu keliru.” Tutup Rustan Muang.(leo/Tr)

loading...

BACA BERITA LAINNYA :