oleh

DiKatai Islam kongkong “Anjing”  Seorang Muaallaf Melaporkan Nasaruddin Dg.Ledeng Kepolda SulSel

Takalar, sulsel Media Retorika.co.id –Pada tgl 27 januari 2020 Haji. M.Haris Wijaya dg nakku (Tn cung nama sebelum masuk islam) yang beralamat jl. Ranggong dg Romo, kel, pattallassang kec, pattallassang, kab, Takalar melaporkan sdr Nasaruddin dg Ledeng ke polda atas dugaan pencemaran nama baik sebagaiman dimaksud dalam pasal 310 KUHP.

Tindak lanjut dari laporan tersebut, Polda sulsel melimpahkan ke Polres Jeneponto Berdasarkan hasil penyelidikan penyidik nomor B/84/III/RES.1.14/2020/RESKRIM jeneponto 3 maret 2020 dan telah memeriksa beberap orang saksi dan terlampir,serta melakukan gelar perkara yakni terlapor sdr Nasaruddin dg ledeng mengatakan di tempat umum “haji kongkong ,pasambayang kongkong, Islam kongkong ,cina kongkong ,jaksa tolo. Jaksa bodoh, polisi tolo punna kullea najakkala tepatnya di jalan umum yang terletak di Eretallasa ,lingkungan taba kel, Balang baru kec, Binamu kab, Jeneponto.

Dari hasil penyidik menyimpulkan bahwa terlapor telah melanggar pasal 315 KUHP dan 205 ayat 1 KUHP hanya tindak pidana ringan dengan ancaman hukuman 3 bulan penjara.

H M, Haris Wijaya dg Nakku kurang puas dengan hasil penyelidikan penyidik polres jeneponto karna menganggap penghinaan agama nya yang mengatakan islam kongkong (anjing) hanya tindak pidana ringan dan sampai sekarang belum ditahan.

Seandainya pribadi saya saja yang dia hina mungkin saya tidak laporji tapi agama saya yang dia hina,dia bilang islam kongkong yang artinya islam anjing setahu saya islam mengharamkan anjing sedangkan saya baru belajar mendalami islam saya masuk islam karna saya menggap islam agama yang paling sempurna dan Agama rahmatan lil alamin bukan kongkong (anjing ) dan ini bisa jadi cemohan bagi sy dari keluarga sy yg non muslim,ucap H.M HARIS WIJAYA.(Arsyadleo/Esa)

BACA BERITA LAINNYA :