oleh

Eksekusi Lahan oleh Pengadilan Negeri Makassar, Salah Satu Warga Aroepala Minta Keadilan Pemerintah

-HUKUM-177 views

Makassar, Retorika.co.id — Isak tangis mewarnai Eksekusi lahan salah satu Warga, (Hamsah Daeng Lallo) bersama keluarga Jl. Aroepala Rt. 04 Rw. 05 (Hertasning Baru) Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Rappocini yang tidak mampu menahan Eksekusi itu yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis (4/07/19).

Sementara tetangga Hamsah Daeng Lallo yang juga pemilik Warkop Pojok, selaku pemohon eksekusi lahan yang sama-sama status bangunannya berdiri di atas lahan Publik dan Daerah Milik Jalan (DAMIJA) tampak puas karena eksekusi berjalan lancar dan berhasil menutup akses jalan Hamsah untuk masuk kerumahnya dan menyebabkan rumahnya terkurung karena dipagari seng.

Eksekusi pengosongan lahan sesuai  putusan Pengadilan Makassar No 17/Pdt.G/2016/PN Makassar tanggal 19 Januari 2017, Jo Putusan Pengadilan Tinggi Makassar, No 366/PDT/2017 tanggal  27 November 2017.

Dalam perkara perdata antara Hj Sitti Hadrah (pemilik warkop pojok) sebagai penggugat I dan H Rahmat (pemilik warkop pojok) Penggugat II dengan Hamsah Daeng Lallo sebagai tergugat. Hamsah menuturkan, dirinya hanya bisa pasrah dan berharap bisa mendapat keadilan dari pemerintah.

Keseharian saya bekerja menambal ban di depan rumah. Tapi kalau sudah ditutup seperti ini, jalan masuk ke rumah pun sulit. Saya butuh keadilan pemerintah, kenapa saya yang harus menjadi tergugat. Saat berperkara, lahan yang diklaim pemilik warkop ini saya akui bukan milik saya, setahu saya Ini bagian dari akses jalan. Mestinya, pemilik warkop itu menggugat Pemerintah,” tuturnya.

Hamsah juga mengungkapkan, soal sertifikat milik yang dipegang pemilik warkop hingga mengklaim lahan yang merupakan akses jalan depan rumahnya tidak diketahui dengan jelas kemunculannya.

“Kami minta keadilan pak, susah maki masuk di rumah. Memang kami orang kecil, tapi ingatki, kalau matiki nanti 1 X 2 meter ji tempatta dalam kubur. Akui memangmi semua tanahmu,” teriak Hamsah kepada keluarga pemilik warkop pojok dan  memilih tetap di dalam rumah menyaksikan pemagaran depan rumahnya.

Dari pemantauan jalanya eksekusi, keluarga Hamsah Dg Lallo, hanya bisa bersabar mengelus dada.

“Insya Allah, akan muncul kebenaran dan keadilan akan kesewenang-wenangan ini. Insya Allah dibalaski nanti. Lahan ini merupakan Daerah Milik Jalan (DAMIJA). Hebatki bisa bikin sertifikat,” kata Ramli salah satu tokoh Masyarakat yang menyaksikan Eksekusi lahan tersebut, melihat dari pihak warkop pojok terkesan mengejek kepada warga Hamsah Dg Lallo.

Sementara, Lurah Kassi-Kassi, Asrul yang ada di lokasi juga tidak bisa berbuat banyak melihat warganya yang ditutup akses tempat tinggalnya.

“Tidak tahu berapa ukuran lahan yang diklaim pemilk warkop. Ada sertifikatnya,” ujar Asrul.

Proses eksekusi dipimpin Suhabi dari pihak Pengadilan Negeri Makassar dilakukan sejak pukul 09.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita, disaksikan jg beberapa aparat POLRI dan Satpol PP.

(red)

Gratis Berlangganan Berita Via WhatsApp

BACA BERITA LAINNYA :