oleh

Gubernur Ancam Pidanakan Ex-Kepala Bina Marga Sulsel

Makassar Retorika.co.id — Ex Kepala Dinas Bina Marga dan Kepala Biro Pembangunan Pemprov Sulsel diminta untuk meminta maaf kepada “Nurdin Abdullah” jika dalam tempo 2 X 24 jam Jumrana tidak mengindahkannya maka Dia akan dipenjarakan oleh Nurdin Abdullah, Gubernur Sulsel,

“Di tempat yang terpisah ,  penjelasan Jumras di sidang Hak Angket DPR, menolak meminta maaf dan merespons ancaman Nurdin,  jika dirinya akan dipenjarakankan jika menolak meminta maaf, “jawab Jumras santai.

“Silahkan saja beliau punya hak, pengadilanlah yang membuktikan semuanya, biar semakin terang benderang, apakah keterangan saya di forum Hak Angket DPRD Sulsel itu benar atau bohong ! ”tutur Jumras, seraya menegaskan bahwa dirinya tidak akan meminta maaf.

Sementara Itu,  Ketua Panitia Hak Angket Kadir Halid mengatakan, semua nara sumber yang hadir dalam forum sidang Hak Angket dilindungi Undang-Undang (UU). “Jadi tidak bisa seenaknya pak Gubernur memenjarakan nara sumber Hak Angket,” tegas Kadir Halid.

Jumras lalu menegaskan, dirinya menolak meminta maaf kepada Gubernur. Pertama, tutur Jumras, yang memfitnah dan menuduh Gubernur adalah Anggu, Feri dan Sumardi kakak Wagub yang kini Kadispenda Pemprov Sulsel.

Sebab Anggu yang bilang dia bersama Feri sudah membantu Rp 10 miliar biaya kampanye pak Gubernur Nurdin Abdullah di Pilkada kemarin.

“Dan omongan Anggu itu kemudian dibenarkan oleh Sumardi, sehingga Sumardi meminta saya memberikan proyek jalan itu ke Anggu dan Fery,” jelasnya.

Yang kedua, lanjut Jumras, silahkan Gubernur membawanya ke meja hijau untuk memenjarakan dirinya. “Pak Guberur bersabar saja, karena out is a new Hakim nantinya akan menentukan siapa yang akan meminta dan memberi maaf,” kata Jumras dengan nada santai.

Meski demikian, Jumras sempat bernada tinggi, bahwa seharusnya Gubernur Nurdin Abdullah yang meminta maaf kepada dirinya, karena telah menuduh dan memfitnahnya menerima suap dari kontraktor, sehingga  menolak memberikan 3 proyek jalan ke Anggu dan Feri yang oleh keduanya memintanya atas nama Gubernur Nurdin Abdullah.

“Intinya, saya siap dan menunggu panggilan pengadilan atau Polisi. “Saya siap berhadapan dengan Gubernur di Pengadilan, ”cetus Jumras dengan nada tegas. (red)

Gratis Berlangganan Berita Via WhatsApp

BACA BERITA LAINNYA :