oleh

Harga Tiket Naik, PSSI Ikut Bertanggung Gugat

Makassar, Retorika.co.id – Penyelenggaraan liga 1 Indonesia 2018 berlangsung bukan tanpa masalah. Hampir disetiap pertandingan pasti ada masalah. Baik itu suporter, teknis, tim, wasit, pelatih, bahkan sampai persoalan gaji pemain.

Makassar adalah salah satu kota yang ikut berperan dalam penyelenggaraan Liga 1, hal itu tidak lain karena salah tim kesebelasan yang ikut bertanding di liga 1 adalah berasal dari Kota Makassar yaitu PSM Makassar.

Dan hari ini adalah hari dimana keseblasan PSM Makassar akan bertanding di Stadion Andi Mattalatta Matoanging menjamu salah satu tim papan atas Persib Bandung.

Pertandingan hari sangat bergengsi karena mempertemukan dua tim pemuncak klasemen sementara liga 1. Bagi masyarakat Kota Daeng khususnya pencinta sepak bola, pertandingan yang akan berlangsung pukul 16.00 wita hari ini akan jadi tontonon yang pastinya sangat menarik untuk disaksikan. Apa lagi jika menontonya langsung di stadion.

Dari pantauan Retorika.co.id di loket penjualan karcis, ternyata ada masalah, dimana harga tiket naik dari harga sebelumnya. Harga VIP yang biasanya Rp.120.000, hari ini harganya melonjak sampai Rp.200.000.

“Iya harga tiket naik, tadi saya mau beli VIP tapi harganya naik jadi saya nda jadi beli,” keluh Anca, salah seorang pendukung PSM.

“Tadi saya beli sama penjual tiket di pinggir jalan, di tiket tercantum harganya Rp.120.000, tapi pas saya mau bayar katanya harganya sudah Rp 200.000,” lanjutnya.

Ketika dikonfirmasi untuk dimintai komentar terkait dengan adanya fakta yang ada di lokasi pertandingan, Yayasan Bantuan Hukum Mitra Indonesia Mandiri (YBH MIM), melalui Masran Amiruddin, SH,.MH, Devisi Advokasi mengemukakan pandangan hukumnya.

“Tindakan menaikan harga tiket yang dilakukan oleh penjual tiket di lapangan adalah perbuatan melanggar hukum, karena itu sudah melanggar UU No.18 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.”

“Penyedia jasa dalam hal ini panitia yang menyiapkan tiket untuk para penonton pertandingan, tidak boleh membiarkan hal seperti itu terjadi, perlu ada ketegasan untuk tidak menaikan harga tiket yang telah tertera di tiket,” ungkap Masran.

Alumni FH UHO dan FH UA ini juga menambahkan jika hal ini dibiarkan maka pihak penyelenggara maupun panitia sebagai pelaksana teknis dalam pertandingan dapat dimintai pertanggung jawaban. Bahkan pihak-pihak terkait dapat digugat secara hukum, termasuk manajemen club selaku penyelenggara pertandingan.

“Dan juga tidak menutup kemungkinan, induk organisasi PSSI sebagai lembaga yang membawahi kegiatan persepakbolaan di Indonesia ikut bertanggung gugat dari kejadian hari ini di Stadion Andi Mattalatta Matoanging,” tutup mantan Dosen dan Dekan FH Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara ini.

(faisal)

Gratis Berlangganan Berita Via WhatsApp

BACA BERITA LAINNYA :