oleh

Jadikan Sekolah dan Kurikukum Ramah Anak

-OPINI-84 views

Retorika.co.id – Salah satu butir tuntutan anak indonesia ke pemerintah di Kongres Anak Indonesia 2016 di Mataram adalah jadikan sekolah dan kurikulum ramah anak sampai ke daerah pelosok.

Undang-Undang Sisdiknas pasal 1 No. 20 Tahun 2013 bahwa “Pemenuhan hak pendidikan anak adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik pada usia anak secara aktif mengembangkan potensi dirinya unruk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Undang- Undang No 23 Tahun 2002 pasal 4 tentang perlindungan anak menyebutkan bahwa anak mempunyai hak untuk dapat hidup tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai haknya dan martabat kemanusiaan, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Disebutkan diatas salah satunya adalah berpartisipasi yang dijabarkan sebagai hak unruk berpendapat dan di dengarkan suaranya.

Pengertian Sekolah Ramah Anak adalah sekolah yang secara sadar berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan secara terencana dan bertanggung jawab. Prinsip utama adalah non diskriminasi kepentingan hak hidup serta penghargaan terhadap anak  sebagaimana dalam bunyi pasal 4 UU No. 23 Tahun  2002 tenrang perlindungan anak, menyebutkan bahwa anak mempunyai hak untuk dapat hidup tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai haknya dan martabat kemanusiaan, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Hal-hal yang yang disebutkan di atas salah satunya adalah berpartisipasi yang dijabarkan sebagai hak untuk berpendapat dan didengarkan suaranya. Sekolah Ramah Anak adalah sekolah yang terbuka melibatkan anak untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan, kehidupan sosial serta mendorong tumbuh kembang dan kesejahteraan anak. Sekolah Ramah Anak adalah sekolah / madrasa yang aman, bersih, sehat, hijau, inklusif dan nyaman bagi perkembangan fisik, kognisi dan psiko-sosial anak perempuan dan anak laki-laki termasuk anak yang memerlukan pendidikan khusus dan / atau pendidikan layanan khusus.

Ruang Lingkup Sekolah Ramah Anak dalam usaha mewujudkan sekolah ramah anak perluh didukung oleh berbagai pihak antara lain keluarga dan masyarakat yang sebenarnya merupakan pusat pendidikan terdekat anak. Lingkungan yang mendukung, melindungi memberi rasa aman dan nyaman bagi anak akan sangat membantu proses mencari jati diri. Kebiasaan anak memiliki kecenderungan meniru, mencoba dan mencari pengakuan akan eksistensinya pada lingkungan tampat mereka tinggal. Berikut adalah perang anak aktif berbagai unsur pendukung terciptanya sekolah Ramah Anak.

Sebagai pusat pendidikan utama dan pertama bagi anak sebagai fungsi proteksi ekonalomi sekaligus memberi ruang berekpresi dan berkreasi. Sekolah melayani kebutuhan anak didik khususnya yang termarginalkan dalam pendidikan, peduli keadaan anak sebelum dan sesudah, gizi, serta membantu belajar hidup sehat menghargai hak-hak anak dan kesetaraan gender sebagai motivator, fasilitator sekaligus sahabat bagi anak.

Masyarakat sebagai komunitas dan tempat pendidikan setelah keluarga menjaling kerjasama dengan sekolah sebagai penerima Qutput sekolah, sekolah adalah insitusi yang memiliki mandat untuk menyelenggarakan proses pendidikan dan pembelajaran secara sistematis dan berkesinambungan para pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah diharapkan menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang mampu memfasitasi peserta didik berpirilaku terpelajar ditampilkan dalam bentuk pencapaian prestasi akademik, menunjukkan perilaku yang beretika dan berakhlak mulia dan memiliki motivasi belajar yang tinggi. (Muh. Ilyas Hs )

loading...

BACA BERITA LAINNYA :