oleh

Jelang Akhir Masa Pengabdian, Kepsek SDN 24 Kalibone Kab. Pangkep Akan Tuntaskan Pembangunan Mushollah

Pangkep, Retorika.co.id — Kepala Sekolah SDN 24 Kalibone Kab. Pangkep yang berada di Kel. Bontolangkasa Kec. Minasatene, H.Tajuddin, S.Pd, jelang akhir masa pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan Pangkep, yang berakhir pada bulan Desember tahun 2020, komitmen akan menyelesaikan pembangunan mushollah yang sementara dibangun di lingkup SDN 24 Kalibone Kab. Pangkep.

Ditemui di ruang kerjanya oleh wartawan media Retorika, H Tajuddin mengatakan,” akan menuntaskan pembangunan mushollah sebelum masa jabatannya berakhir sebagai Kepsek SDN 24 Kalibone dan sekaligus menjelang akhir pengabdiannya sebagai¬† ASN yang akan berakhir di bulan Desember tahun 2020.

Dalam kunjungan wartawan media Retorika, pada hari Senin, 10 Februari 2020, disambut baik dan diterima langsung di ruang Kepsek SDN 24 Kalibone Pangkep.

Menurut Kepsek SDN 24 Kalibone,  pembangunan mushollah ini murni dari anggaran bantuan komite sekolah dan para dermawan dari masyarakat dan tokoh masyarakat sekitar, serta beberapa pengusaha yang ada di Kabupaten Pangkep, khususnya yang berada di Kel. Bontolangkasa-Kalibone.

“Kami sangat bersyukur dengan pelaksanaan pembangunan mushollah di lingkup SDN 24 Kalibone ini juga mendapat perhatian dan kepedulian dari kalangan masyarakat dan tokoh masyarakat sekitar. Pembangunan mushollah ini murni dari anggaran komite sekolah dan para dermawan, ada beberapa pengusaha yang ikut partisipasi dalam pembangunan mushollah ini, ” ucap Kepsek SDN 24 Kalibone.

Lanjut beliau, “diantara para dermawan itu, ada beberapa dari kalangan pengusaha, termasuk dari PT. Semen Tonasa, H. Luthfi Hanafi (pemilik SPBU) yang ada di Kalibone. Kami sangat berterima kasih atas partisipasi para dermawan yang telah membantu dalam pelaksanaan pembangunan mushollah ini,” tutur H. Tajuddin

Lebih jauh H. Tajuddin menyampaikan, bahwa pembangunan mushollah yang dikerjakan dalam lingkup SDN 24 Kalibone masih membutuhkan dana sekitar Rp. 35 juta sampai Rp. 50 juta, untuk menuntaskan pembangunan mushollah sampai akhir tahun 2020.

“Kami sangat berharap masih banyak masyarakat, tokoh masyarakat dan pengusaha yang berpartisipasi dalam pelaksanaan pembangunan mushollah ini, hingga kekurangan dana dalam pelaksanaannya yang masih membutuhkan dana sekitar 35 juta sampai 50 juta, Insyah Allah akhir tahun ini akan tuntas.” tutup H. Tajuddin. (Malle/ical)

loading...

BACA BERITA LAINNYA :