oleh

Kapitalisasi Budaya pada Tarian Kinde-Kinde di Tiu Morowali

Makassar, Retorika.co.id – Tarian Kinde-Kinde pada masyarakat Desa Tiu Kecamatan Petasia Barat, Morowali Utara telah mengalami pergeseran makna dan malah dijadikan kapitalisasi budaya.

Demikian antara lain hasil penelitian tesis, Fikra Nugraha mahasiswa S2 Pendidikan Sosiologi PPs-UNM, pada ujian seminar hasil lewat online, Senin pagi (12/4/2020).

Seminar hasil ini dipandu moderator, Ketua Prodi S2 Pendidikan Sosiologi PPs-UNM, Prof Dr Darman Manda, M.Hum.

Seminar online ini dengan dosen penguji, Dr. Amiruddin, M.Pd, Dr. Najamuddin, M.Hum.

Selama penelitian dan penulisan tesis ini didampingi dosen pembimbing Prof Dr Darman Manda, M.Hum dan Dr. Muhammad Yahya, M.Si.

Temuan lain selama penelitian, tarian budaya Kinde Kinde ini mengalami akulturasi antar budaya yang terus saling mempengaruhi hingga munculkan praktik tarian kebudayaan baru.

Pemunculan tarian budaya Kinde-Kinde dengan beragam variasi beberapa anggota masyarakat memanfaatkan untuk komersialisasi dalam pementasannya demi kepentingan ekonomi sehingga memunculkan proses kapitalisasi budaya.

Proses kapitalisasi ini menjadikan memudarnya makna sakralisasi dan nilai magis dari tarian budaya Kinde-Kinde ini.

Agar tarian ini tidak terlalu jauh terjebak pada proses kapitalisasi, Fikra sarankan, pemerintah daerah memberi dukungan dengan mengupayakan pelestarian.

Selain itu instansi terkait senantiasa menggelar event semacam festival tari tradisional yang jadi milik masyarakat.

Fikra Nugraha lahir di Kolonodale Morowali Utara, 26 Maret 1996. Tamat SMAN 1 Petasia 2013. Lanjut kuliah S1 FIS UNM Prodi S1 Pendidikan Sosiologi, kemudian 2017 lanjut studi S2 Pendidikan Sosiologi PPs-UNM. (ila/ulla).

loading...

BACA BERITA LAINNYA :