oleh

Kuasa Hukum PWI Dedy Damanik SH: Gelar Perkara Sebagai Laporan Pertanggungjawaban Penyidik

Takalar. Retorika.co.id — Kasus Dugaan Pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Ketua PWI Cabang Takalar, Manggarisi Saiyye Dg Nyau tertanggal 06 Agustus 2019, akan segera dilakukan gelar perkara dalam pekan ini, sesuai yang diberitakan oleh beberapa media kemarin, gelar perkara tersebut akan memberikan kepastian ada tidaknya suatu perbuatan tindak pidana (delik) yang dilakukan pihak terlapor.

Sementara itu, Penasehat Hukum Ketua PWI Cabang Takalar Dedy Damanik SH, dan Rekan sangat merespons dan mengapresiasi kinerja penyidik Kepolisian Polres Takalar terhadap progres pemeriksaan kasus dugaan pencemaran nama baik Organisasi Kewartawanan Indonesia (PWI) Takalar, sudah sesuai dengan prosedur dan mekanisme hukum yang diatur dalam hukum pidana formil/hukum acara pidana,”tegasnya,

“Progresnya bagus, karena selama ini penyidik bekerja sesuai dengan prosedur hukum (SOP),”kata Dedy.

Sampai hari ini kinerja penyidik menangani kasus tersebut profesional, kami berharap kelanjutan dari kasus ini semakin terang dan jelas persoalannya dari hasil gelar perkara nanti, karena hasilnya akan dituangkan dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) Karena di sana akan dituangkan pokok perkaranya serta apa saja yang telah dilakukan oleh penyidik,”imbuh Dedy.

“Lebih Jauh Dedy Damanik menegaskan, sesuai Pasal 15 PERKAPOLRI 14/2012
Gelar perkara merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari penyidikan dan gelar perkara dilaksanakan dengan 2 cara: gelar perkara biasa dan gelar perkara khusus. Rabu, (18/9/19)

Tahapan gelar perkara diantaranya
Pengiriman surat undangan gelar perkara.”Poin pentingnya, jika tidak menghadirkan pelapor dan terlapor maka gelar perkara yang dilakukan, dapat cacat hukum.”jelas Dedy Damanik sebagai Penasehat Hukum PWI Takalar. (**)

Gratis Berlangganan Berita Via WhatsApp

BACA BERITA LAINNYA :