oleh

Kuat Dugaan Ada Manipulasi Data, Minta APH Jangan Tutup Mata Peningkatan Jalan Wisata Buru Je’ne Limbua Buakanga

Takalar, Retorika.co.id – Memasuki Penghujung Tahun 2019 dikabarkan Proyek pekerjaan peningkatan Jalan Wisata Buru Je’ne Limbua Buakanga kecamatan Polongbangkeng Selatan POLSEL kabupaten Takalar sudah mau rampung seratus persen.

Peningkatan jalan wisata Buru Je’ne Limbua Buakanga seperti diberitakan dimedia ini sebelumnya kuat dugaan ada Manipulasi Data, dimana di dokumen lelang tertulis peningkatan jalan Wisata Buru, dan sementara fakta dilapangan perintisan jalan wisata Buru Jene Limbua Buakanga sehingga dinas terkait yang berkompeten diduga ada pembohongan publik.

Diketahui juga bahwa pekerjaan tersebut belum ada kontrak pekerjaan jalan wisata Buru Jene Limbua Buakanga sudah di laksanakan karena pemenang tender belum di umumkan di portal ULP Sekretariat daerah takalar.

Dengan kode Tender (1773643) dengan nama paket; Peningkatan Jalan Wisata Buru Jenelimbua Buakanga dengan anggaran nilai pagu paket Rp.1.800.000.000,00 APBD tahun 2019, satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan pemukiman Takalar.

Sementara salah satu aktivitis takalar Azis terkait dengan proyek pekerjaan peningkatan jalan wisata buru jenelimbua Buakanga angkat bicara bahwa terkait pekerjaan tersebut patut di pertanyakan karena kuat dugaan ada Manipulasi data, dan kalau pekerjaan tersebut di pertanyakan dari tim PHO, seperti CCO nya, karena pekerjaan sudah dilaksanakan sebelum ada kontrak.

Lanjut kata dia’ terkait dengan fakta lapangan seharusnya aparat penegak hukum (APH) jangan tutup mata terkait proyek peningkatan jalan Wisata Buru Jene Limbua Buakanga, Panggil semua yang berkompeten karena kuat dugaan ada persengkongkolan di dalam sehingga akan merugikan uang negara, “tegasn Azis. ( Arsyadleo)

Sementara dari pantauan Media Retorika.co.id bukan peningkatan jalan taman wisata buru jenelimbua Buaakanga, justru fakta di lapangan perintisan jalan yang mulai di bentuk sesuai dengan adanya warga Buakanga yang terkenah sawahnya di jadikan perintisan jalan.

menurut sala seorang warga Dg.Pasang dan Dg.Nio yang keberatan lantaranTanahnya kenah peningkatan jalan tersebut dikarena tampa ada pemberitahuan sebelumnya.
” dua hari yang lalu sempat saya tahan yang bawah esvakator pak, karena tampa sepengetahuan saya tanah saya di jadikan jalan taman buru, tuturnya daeng Nio

Diperkuat dengan pernyataan kepala desa Cakura Nurdiansyah, S,Pd dikonfirmasi di ruangannya beberapa waktu yang lalu mengatakan kalau pekerjaan peningkatan jalan taman buru tersebut, kami tidak tahu karena tidak dilibatkan pada perencanaannya, nanti kami tahu ketika ada warga saya datang ke kantor dan keberatan karena tanah miliknya dijadikan peningkatan jalan.

“Kami tidak dilibatkan terkait peningkatan jalan wisata buru tersebut, nanti saya tahu ketika warga saya datang untuk minta diganti rugi tanahnya, sehingga kami selaku pemerintah desa mencarikan solusi kepada kontraktornya yang diketahui daeng Bani, “ungkap Nurdiansyah
Spd

Lanjut kata dia” Jadi terkait dengan peningkatan jalan wisata buru, kami baru baru tahu ketika ada warga saya keberatan, karena yang saya usulkan kemarin bukan jalan ini, “tutup kades cakura. (Arsyadleo)

BACA BERITA LAINNYA :