oleh

Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Kepala Desa Tibona Menuai Protes Warga

Bulukumba, Retorika.co.id — Badan Permusyawaratan Desa. (BPD) Desa Tibona. Kec. Bulukumba, Kab. Bulukumpa. Mengadakan rapat dengan agenda, penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPJ) akhir masa jabatan Kepala Desa Tibona periode tahun 2013 s/d 2019.

Dalam pelaksanaan rapat tersebut, sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan serah terima jabatan dari mantan kepada Desa Tibona, Baharuddin Pake, S.Ag. kepada Kepala Desa sebagai Plt, Jasman S.Sos dan sekaligus  penyerahan aset Desa kepada Plt. Kepala Desa yang dilaksanakan pada hari, Senin  tanggal 4 November 2019.

Laporan pelaksanaan pekerjaan yang dikelola selama periode akhir 2013 sampai akhir 2019 Sebagai Kepala Desa Tibona, disela pelakasanaan rapat, ada salah satu warga masyarakat Desa Tibona  bertanya kepada mantan Kepala Desa Tibona, Baharuddin Pake S.Ag, mengenai pelaksanaan pekerjaan rabat beton di Dusun Padang Malabo.

Salah satu warga Desa Tibona bertanya kepada Baharuddin, mantan Kepala Desa Tibona,  bahwa ada pekerjaan pelebaran dekker dalam program desa yang belum terselesaikan, sesuai gambar ada saluran tapi tidak terlaksana padahal masih ada sisa dana dan material seperti pasir, kerikil dan semen kurang lebih 300 sak.

Lanjut warga, padahal dalam RAB ada 480 sak semen yang dianggarkan, olehnya itu warga bertanya sisa anggaran dana itu mau dikemanakan ataukah ini pengelembungan dana anggaran karena masih banyak sisanya, “tanya warga.

Mantan Kepada Desa Tibona, Baharuddin menjawab, “kalau itu yang dipertanyakan tidak ada yang mau jadi Kepala Desa, “jawabnya.

lanjut Baharuddin, karena jujur, kita ini bayar PPh dan PPn 90 juta baru keluar anggaran 425 juta, “jawab Baharuddin mantan Kepala Desa Tibona dengan nada emosi.

Menurut warga Dusun Padang Malabo, mereka adalah warga yang berhak untuk mengetahui alokasi anggaran dana Desa dibelanjakan untuk keperluan apa? Apakah dana Desa itu hanya  dihabiskan untuk membiayai belanja fisik, jika iya mengapa dana tersebut tidak dipakai untuk membangun pelebaran dekker dan saluran air untuk kepentingan warga Padang Malabo?.

Lebih jauh warga, meminta kepada siapa saja yang menjadi kepala Desa Tibona, harus mengedepankan asas keterbukaan, mendahulukan kepentingan umum dan bertanggung jawab, oleh karena itu sebagai warga, kami terus akan mengawasi dan memonitoring penyerapan dana Desa Tibona, “ujarnya. (Rudy)

 

BACA BERITA LAINNYA :