oleh

Memaknai Pergantian Tahun Dari Tahun 2019 Ke Tahun 2020

-OPINI-139 views

(Oleh M.Ilyas.Hs)

Makassar Retorika.co.id – Menjalani kehidupan yang lebih baik, butuh proses yang panjang memang tidak mudah membalikkan telapak tangan. Akan tetepi menjalani proses butuh kesabaran dan konsep yang aktual untuk mengubah sesuatu menjadi yang terbaik, dimana sesuai norma- norma agama.

Prisipnya, adalah tekad bulat keyakinan, keseriusan, kejujuran dan kesabaran untuk menjalani proses perubahan yang lebih baik. Dengan modal itu akan memberikan sebuah jalan menuju kesuksesan dan kejayaan untuk menapati kehidupan yang bahagia dan sejahtera. Dengan demikian pengertian tahun dapat kita maknai sebagai sebuah proses yang panjang untuk kita lewati, sebagai wadah untuk mengimplementasikan sebuah prinsip hidup yang bernama tekad bulat (semangat baru) keyakinan, keimanan, keseriusan, optimis, kejujuran, loyalitas, dan kesabaran, agar kemudian hari atau dimasa akan datang menjadi instrument yang indah dalam mengantar kita menjadi manusia seutuhnya, berguna bagi sesama dan bermamfaat bagi alam serta menjadi hamba yang berbakti.

Ketika kita sampai pada kata’ Insan kamil’ ( manusia paripurna ), maka Tahun Baru dapat bermakna menjadi konsep yang monumental untuk selalu menjadikan diri kita sebagai manusia paripurna yang selalu hadir membawa selusi terbaik dari berbagai problema yang dihadapi semua Insan. Sehingga, tidak terdengar lagi orang miskin mati karena tidak punya duit untuk membayar biaya Rumah Sakit. Tidak ada lagi orang miskin yang melapor beras miskinnya dikurangi oleh oknum Lurah dan Desa. Tidak ada lagi mahasiswa’

Demo Anarkis’ yang berujung merugikan kedua belah pihak. Tidak ada lagi perang kelompok, sehingga ketakutan keluar rumah untuk bekerja, belajar dan belanja, gara- gara takut dengan busur dan peluruh nyasar. Pengertian tahun seringkali dilakukan dengan kegiatan yang Euphoria dan Hedonistik (hura- hura), Padahal, penggantian tahun adalah sebuah wadah intropeksi (muhasaba) diri kita, mengevaluasi tentang siapa, apa, bagaimana prilaku diri kita dan akan kemana diri kita berjalan dan sudah sejauh mana umur kita ini dipakai dalam pengabdian kepada sang pencipta. Menjalani kehidupan dalam ruang dan waktu yang penuh keterbatasan, seharusnya dapat menjadi bahan renungan setiap saat.

Bahwa setiap hari, waktu yang kita lalui senantiasa terus berputar dan berganti, diantara siang dan malam, dimana bertukarnya antara suasana terang dan gelap; Pemandangan setiap itu, merupakan tanda- tanda yang patut dibaca bahwa ketika ada penggantian tahun, maka otomatis ada sebuah proses perjalanan yang kita lewat. Tidak sedikit orang, hanya melewati waktunya dengan penuh kesia- siaan dan merugi dalam setiap waktu yang ia jalani, Pasalnya, mereka hidup laksana binatang yang cukup bekerja tidur, makan dan melampiaskan hawa nafsunya. Tipe seperti itu, banyak kalangan mudah yang telah teracuni. Tidaklah heran, bila budaya geng motor, narkoba, minuman miras oplosan, pristitusi dan perang sekelompok menjadi trend. Penyebab munculnya budaya ‘miring’ seperti itu, sederhana saja, karena mereka (remaja) tidak memiliki dan menemukan ruang memaknai dirinya dan tuhannya. Penggantian tahun idealnya sebagai wadah renungan untuk diri pribadi kita. Tentang apa yang kita lakoni sepanjang tahun 2019 dan apa rencana program kerja kita untuk menghadapi tahun 2020 apakah lebih bagus ataukah lebih burut, Kuncinya marilah kita memperbaiki diri kita dan menyadari bahwa memasuki tahun baru berarti umur kita bertambah lagi semakin dekat dari lihan lahat (kuburan) dan mari kita banyak bertaubat serta mendekatkan diri pada Allah SWT.

Semoga tahun 2020 akan lebih baik dari tahun 2019. Sehingga menjadikan setiap pribadi kita menjadi “Insan Kamil” yang berguna bagi Agama, Bangsa dan Negara, selamat jalan tahun 2019 selamat datang tahun baru 2020 semoga tahun 2020 kita raih harapan baru dan diberikan keberkahan oleh Allah SWT,” Wallahu Bissawat

loading...

BACA BERITA LAINNYA :