oleh

Mundurnya Persesepak Bolaan Takalar

Takalar, Media Retorika.co.id  Pengurus Askab/Askot PSSI Kabupaten Takalar kini dihadapkan pada kondisi terpuruk dan Mundur beberapa langkah kebelakang atas sebuah pengambilan keputusan yang sangat Ceroboh tanpa Pertimbangan Matang dengan menyatakan Mundur diturnamen liga 3 yang digelar dikabupaten Pinrang beberapa waktu lalu tanpa alasan yang jelas

Akibat dari keputusan yang tidak Lazim didunia sepakbola itu tentu sangat berpengaruh terhadap proses Pembinaan Reguler disemua Tingkatan Usia dibawah naungan Gabungan Sepak Bola Takalar (GASTA)

Dijatuhkannya Sanksi terhadap Gasta Takalar yang Absen mengikuti Turnamen Liga 3 sampai batas waktu yang ditentukan Oleh Komdis PSSI Sulsel tentu menjadi penilaian tersendiri bagi PSSI dan Asprov PSSI Sulawesi selatan terkait tata kelola Managemen Askab/Askot PSSI Takalar tentang Nilai-nilai dasar dari Hak-hak Atlit Potensial meraih Prestasi dibidang Olahraga Sepakbola,

Pengurus Askab/ Askot PSSI Takalar yang rata-rata berlatar belakang bukan dari kalangan Insan sepakbola ini, sepertinya kurang memahami Panduan tentang mekanisme sebuah Kompetisi berjenjang yang diselenggarakan secara Resmi oleh PSSI diseluruh Indonesia, Sehinggah keputusan Mundur dari Turnamen Liga 3 dikabupaten Pinrang dianggap sebagai sesuatu Hal yang biasa saja yang biasa pula terjadi ditunamen-turnamen Antar Kampung dikabupaten Takalar

Kondisi inilah yg menjadi awal kisru dari sebuah keputusan Fatal yang kemudian menjadi pemicu para Tokoh, Suporter, pecinta dan Pemerhati Sepakbola Takalar untuk segera melakukan Rekonsiliasi dan Upaya Penyelamatan pembinaan dan Prestasi dengan cara Berhimpun dalam Satu wadah GASTA ALL STAR yang diharapkan mampu mengawal kelangsungan Pembinaan disemua Jenjang sekaligus menjadi MITRA Pemerintah Daerah sebagai bagian Tugas Pokok atas Inpres No 3 tahun 2019.

Mengacu kepada Inpres No 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan persepakbolaan Nasional yang baru-baru ini ditanda tangani oleh Presiden RI tentu akan menjadi hal yang Kontradiktif terkait Carut-marutnya kepengurusan Askab/Askot PSSI Takalar yang berpotensi menghambat Program Pemerintah Pusat dan Daerah disektor Percepatan Pembangunan Infrastruktur sarana dan prasarana penunjang dibidang Olahraga Khususnya Sepakbola diskala Nasional yang meliputi ::

– Pengembangan bakat;
– Peningkatan jumlah dan kompetensi wasit dan pelatih sepak bola;
-Pengembangan sistem kompetisi berjenjang dan berkelanjutan;
-Pembenahan sistem dan tata kelola sepak bola;
-Penyediaan prasarana dan sarana stadion sepak bola di seluruh Indonesia sesuai standar internasional dan training center sepak bola, dan
-Mobilisasi pendanaan untuk pengembangan sepak bola nasional.

Instruksi Presiden ini juga menjadi Tugas Pokok 11 Menteri, 2 Pimpinan Lembaga, Dan 2 Pihak yakni Gubernur dan Bupati/Walikota, agar segera melakukan peningkatan prestasi sepak bola Nasional sesuai tugas, fungsi, dan kewenangannya masing-masing

Secara terpisah Menteri Agraria Dan Tata Ruang (ATR) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk segera memfasilitasi perolehan tanah yang digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana olahraga sepak bola dan memberikan status hukum dan penerbitan sertifikat hak atas tanah pada lokasi sarana dan prasarana sepak bola disetiap Daerah diseluruh Indonesia.(Leo/H.Nyau)

BACA BERITA LAINNYA :