oleh

Pasca Eksekusi Lahan, Kesehatan Warga Aroepala “Terganggu”.

Makassar, Retorika. Co. Id — Pasca eksekusi pengosongan lahan oleh Pengadilan Negeri (PN) Makassar, dari gugatan Pemilik Warkop Pojok, H. Rahmat, ke Hamsah Dg. Lallo (tergugat) di Jl. Aropala (Hertasning Baru) beberapa hari yang lalu, kini berdampak pada kesehatan yang dialami Hamsah Dg. Lallo

Pasalnya, rumah Hamsah Dg. Lallo yang terhalangi pagar seng membuat Hamsah dan keluarganya kesulitan bernafas untuk menghirup udara segar.
Beberapa hari ini kesehatan Hamsah Dg. Lallo terganggu yang membuat keluarganya merasa cemas dengan kondisi Hamsah.

Daeng Pada’, Salah satu warga Jl. Aroepala (Hertasning baru) RT. 4 RW. 5 Kelurahan Kassi-kassi, Kecamatan Rappocini mengatakan, “sejak ditutupi pagar seng depan rumahnya Hamsah Dg. Lallo, sirkulasi udara sudah tidak bagus”.

“Teganya itu pemilik Warkop Pojok tutupi pagar seng rumahnya Pak Hamsah, Orang lama itu kodong”, Itu pemilik Warkop Pojok cuma pendatang. Sangat susahmi bernafas itu orang dalam rumahnya, Tua mi itu sama istrinya di dalam. Biar mami itu Pemilik Warkop Pojok, punya surat tanah, tapi janganmi tutupi depan rumahnya Pak Hamsah,” tutur Dg. Pada’.

Dg. Pada’ juga mengatakan, lahan yang ditempati Warkop itu merupakan milik Pemerintahji juga dan akses Daerah Milik Jalan (DAMIJA).

Sementara ditemui dirumahnya, Senin (8/07/19), Hamsah Dg Lallo, mengaku kesehatannya terganggu karena sulit mendapat udara segar, “Sesak nafaska nak”, ujar Dg. Lallo, yang di perkirakan berusia 70 tahun.

Sementara, Kabid Pengawasan dan Pengendalian Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kota Makassar, M. Akbar, mengaku sudah melakukan peninjauan di rumah yang ditutupi pagar seng.

“Ada akses jalan kurang lebih 1 meter masuk ke rumah. Untuk pemagaran Pemilik Warkop di atas lahan, itu ranah hukum, bukan ranah DTRB,” tegas, Akbar.

Akbar juga mengatakan, DAMIJA di Jl. Aroepala merupakan akses provinsi.

“Berdasarkan aturan Perwali No.8 Tahun 2008, garis sempadan di daerah itu 8 meter terhitung dari pinggir bagian dalam selokan yang ada. Untuk bangunan yang ada didaerah itu tentu melanggar, termasuk, Warkop Pojok,” terang Akbar.

Akbar berharap, berkaitan masalah yang dihadapi warga yang dipagari rumahnya, agar melakukan pendekatan kepada pihak pemerintah setempat, khususnya RT dan RW.

(red)

Gratis Berlangganan Berita Via WhatsApp

BACA BERITA LAINNYA :