oleh

Pemasangan Kabel Optik Di Kecamatan Biringkanaya Hanya Mengantongi Izin RT/RW, Kadis Kominfo Itu Ilegal

Makassar, Retorika.co.id — Pemasangan kabel optik fiberhome di perumahan BTN Tirasa menuai pertanyaan, tanpa adanya sosialisasi dengan warga setempat pihak fiberhome langsung melakukan pemasangan tiang kabel optik udara.

Bukan hanya sosialisasi bahkan sebagian besar warga setempat mempertanyakan Legalitas Kegiatan yang dilakukan oleh ( PT. Fiberhome tech ) khususnya di Kec. Biringkanaya dan di dalam perumahan

Selain warga resah dan bertanya-tanya tentang pemasangan tiang dan kabel serat optik oleh PT. Fibrehome tech yang di bawahi oleh PT.XL Axiata Tbk sebab sudah menggangu ketentraman Warga karena adanya tiang yang di tanam di sekitar rumah mereka tanpa pemberitahuan atau Sosialisasi sebelumnya

Salah satu Warga bernama yang akrab dipanggil ibu Wangi sangat memprotes penggalian yang dilakukan tepat disisi pintu masuk rumahnya

“janganki pasang tiang disitu karena menghalangi akses keluar masuk kendaraannnya. demikian juga pak Dayat yang merasa terganggu akibat menghalangi aktifitasnya pada saat memarkir kendaraan di depan rumahnya, bahkan pak Hamka juga keberatan karena sempat dicantoli kabel pada pagar teras atas rumahnya,

Kegiatan tersebut selain meresahkan warga kegiatan ini juga diduga tidak mengantongi izin lengkap dari pemerintah terbukti saat pengawas lapangan yang bernama Aswin dikonfirmasi oleh awak media dia hanya menunjukkan rekomendasi RT dan RW dan hanya memberikan nomor handphone pimpinannya yang bernama Sulfiadi

“Namun ketika kami menanyakan ke Zullfiadi bukti surat izin pelaksanaan kegiatan tersebut tidak dapat ditunjukkan, kegiatan inipun menurut warga tidak pernah ada sosialisasi dari RW dan RT setempat, sehingga warga merasa terganggu dengan kegiatan tersebut.

Di tempat terpisah kami menkonfirmasi kegiatan tersebut ke camat Biringkanaya via selular mengatakan tidak mengetahui jika ada kegiatan tersebut, sehingga kuat dugaan kegiatan tersebut ilegal padahal kegiatan tersebut menggunakan Pasum dan Pasos berupa Baju jalan.

Namun berdasarkan hasil investigasi, pemberian izin tersebut diduga ada kompensasi terhadap RT RW untuk melancarkan kegiatan yang mana dapat diindikasikan suap.

Dikonfirmasi pihak PTSP Makassar bidang tehnis juga mengatakan hingga saat ini belum juga menerima laporan terkait izin pemasangan kabel optik dari pihak Fibrehome tech yang di bawahi PT XL Axiata ataupun dari pihak yang bersangkutan.

Sebelumnya mendapatkan izin dari PTSP Makassar tentu harus melalui berbagi prosedur dari bawah setelah itu dikeluarkan rekomendasi dari pihak instansi terkait untuk ditindak lanjuti di PTSP.

Sementara kepala Dinas Kominfo Makassar Hajjal Ismail saat dikonfirmasi media ini mengatakan Tak boleh melakukan kegiatan pemasaran kabel optik jika belum ada izin, dan semua bentuk izin harus melalui satu pintu ( PTSP)

“Lanjut kadis Kominfo, dirinya juga meminta cek perusahaan tersebut apa punya izin kegiatan. Jika hanya punya izin RT/RW, itu tidak betul karena Tidak sesuai dgn SOP berdasarkan perda nomor 1 tahun 2013 tentang tata cara pemberian izin.

Jadi sepanjang tidak punya izin dari dinas PTSP Makassar, maka kegiatan tersebut ilegal, dan harus ditertibkan Karena tidak memiliki izin.”Jelasnya”.

Sementara Menanggapi hal tersebut Ketua Yayasan Bantuan Hukum Mitra Indonesia Mandiri (YBH MIM), Hadi Soetrisno, SH juga turut angkat bicara, dalam kegiatan pemasangan instalasi tanpa mengantongi izin pelaksanaan kegiatan, itu sudah jelas untuk kepentingan usahanya sendiri, terlebih jika aktifitas  tersebut dilaksanakan dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga akan menganggu lalu lintas umum dan dapat merusak badan jalan/ruang manfaat jalan.

“Lebih jauh ulas Hadi, “Perusahaan sebelum melakukan kegiatan wajib untuk mengantongi izin sebelum melakukan kegiatan operasi dari instansi terkait, karena hal tersebut merupakan salah satu kesiapan teknis yang harus dipenuhi oleh perusahaan ketika mengajukan izin operasional penggunaan jalan umum,”jelasnya”.

Izin atau dispensasi Penggunaan Jalan Umum untuk kegiatan pemasangan instalasi pada dasarnya dilarang karena hal tersebut dapat menggangu dan merusak fungsi jalan. Tetapi mengingat banyaknya kegiatan yang menggunakan jalan umum selain peruntukannya maka Kementerian Pekerjaan Umum telah mengeluarkan regulasi yaitu Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 20/PRT/M/2011 tentang pedoman pemanfaatan dan penggunaan bagian-bagian jalan.

Permen PU nomor : 20/PRT/M/2011 telah mengatur dan memberikan syarat tertentu yang harus dipenuhi bagi penggunaan jalan umum untuk kegiatan diluar dari peruntukan jalan umum, dan yang berwenang untuk memberikan izin atau dispensasi penggunaan jalan umum yaitu untuk penggunaan jalan nasional harus mendapatkan izin/dispensasi dari Menteri PU yang dalam hal ini didelegasikan kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan nasional VI di Makassar,

Penggunaan jalan Provinsi harus melalui izin/dispensasi Gubernur dan penggunaaan jalan Kabupaten/Kota harus melalui izin/dispensasi Bupati/Walikota.

Pemberian izin dan dispensasi ini diberikan setelah terpenuhinya syarat administrasi yaitu mengenai rencana pengangkutan dan perizinan usaha serta adanya jaminan pemeliharaan jalan berupa jaminan bank serta polis asuransi dan setelah dilakukan evaluasi dan penijauan lapangan oleh pemerintah dengan tetap mempertimbangkan fungsi jalan dan faktor keselamatan pengguna jalan. Pemberian izin atau dispensasi ini diberikan dengan jangka waktu dan dievalusi secara ketat pelaksanaannya,”ulas Hadi di kantor YBH MIM Jln. Tinumbu No. 184 Kota Makassar”.

Kepala Bidang Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Makassar, saat dikonfirmasi pada 2 Oktober 2019 mengatakan hingga hari ini belum ada pihak dari Fiberhome meminta izin soal pelaksanaan kegiatan penggalian kabel optik tersebut khususnya di wilayahnya.

Sementara dikonfirmasi kepala Dinas Kominfo Hajjal Ismail melalui via WhatsApp Kamis 3 Oktober 2019 terkait izin kegiatan Fiberhome di wilayahnya mengatakan semua bentuk perizinan melalui satu pintu ( PTSP) dan kalau hanya Izin RT RW itu tidak betul.”ujarnya”. (Red)

Gratis Berlangganan Berita Via WhatsApp

BACA BERITA LAINNYA :