oleh

Pendidikan dan Pelatihan Penanganan Gawat Darurat Korban Laka Lantas Jalur Rawan Laka (Blackspot)

Makasar, Retorika.co.id — Kegiatan Pendidikan Pelatihan Penanganan Gawat Darurat (PPGD) Korban Laka Lantas Jalur Rawan Laka (Blackspot), dilaksanakan di Hotel Claro Jl. A. P. Pettarani No.03, Mannuruki, Kec. Tamalate, Kota Makassar, Prov. Sulawesi Selatan, Rabu (27/11/19).

Dalam kegiatan PPGD tersebut,  dilaksanakan oleh Jasa Raharja Cabang Su-lsel bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, dan Kepolisian Korlantas Polri dan Dirlantas Polda Sulsel, Dinas Perhubunagan, pelajar, mahasiswa dan komunitas tujuannya adalah memberikan pemahaman dan pelayanan maksimal kepada masyarakat di sekitar jalur rawan laka lantas (blackspot) guna mengurangi vatalitas korban laka lantas.

Kepala Cabang Jasa Raharja Jahja joel lami, SE, MM, AAAI-K dalam sambutannya, menjelaskan, “jasa raharja adalah perusahaan milik negara yang dipercayakan dan diamanatkan oleh negara untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, apa bentuk perlindungannya, yaitu memberikan santunan kepada korban kecelakaan, santunan duka kepada korban meninggal dunia, Santunan luka luka bagi korban yang mengalami luka luka yang biaya pengobatannya dicover oleh jasa raharja dan santunan tetap kepada korban yang mengalami fungsi anggota tubuh atau kehilangan anggota tubuh.

Lanjut Jahya, “jasa raharja dalam menjalankan amanah terus memberikan percepatan dalam pelayanan korban kecelakaan, sebagaimana diketahui untuk sulawesi selatan dapat kami tangani dalam tempo satu sampai tujuh hari, jika korban mengalami kecelakaan di pagi hari maka sorennya sudah bisa kami berikan santunannya, “ungkap Jahya Kepala Cabang Prov. Sulsel.

Lebih jauh kata beliau, menjelaskan, “kecelakaan itu adalah hal yang tidak diinginkan oleh siapapun, resiko kecelakaan sedapat mungkin dihindari namun kita tidak pungkiri bahwa manusia hidup di tengah resiko dengan mobilitas yang tinggi, penggunaan jalan yang cukup tinggi, maka resiko dapat terjadi dimana dan kapan saja.

Kecelakaan itu sedapat mungkin dapat kita turunkan, vatalitasnya dapat kita tekankan sehingga sifat cederanya itu sedapat mungkin tidak terlalu maksimal karena korban kecelakaan menurut data kami, sebagian besar dialami oleh usia kelompok produktif antara umur 14 sampai 45 tahun, nah ini bagian kita bersama, bagi seluruh stakeholders dan bersama dengan masyarakat untuk kita turunkan tingkat vatalitasnya, “ungkapnya.

 

BACA BERITA LAINNYA :