oleh

PERAK : Puskesmas Pattingalloang Asal Jadi, Tarakang dan Kodingareng Belum Selesai

MAkassar.Retorika.co.id – Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Rakyat disingkat LSM PERAK kembali menemukan dugaan permasalahan pada proyek pembangunan 15 unit Puskesmas di Kota Makassar. Dimana sebelumnya, proyek tersebut sudah dilaporkan ke Kejati Sulsel.

“Kami sudah laporkan ke Kejati Sulsel proyek tersebut, kami akan kawal dan pantau terus perkembangannya,” cakap Jumadi, SH, Koordinator Divisi Hukum LSM PERAK Sulsel, Kamis (28/2/19).

Adapun temuan baru yang diduga bermasalah tersebut, yakni pada pembangunan Puskesmas Pattingalloang, Tarakang dan Puskesmas Kodingngareng.

Usai melaporkan, Jumadi minta pihak Kejaksaan Tinggi Sulsel, segera memanggil Kadis Kesehatan Kota Makassar, dr. Naisyah dan PPK dr. Yani untuk dilakukan pemeriksaan.

“Sampai hari ini, pekerjaan pembangunan Puskesmas Kodingngareng dan Tarakang belum selesai. Dimana kami anggap ada upaya kontraktor tidak serius dalam mengerjakan proyek ini. Untuk itu kami meminta kejati segera memeriksa pihak yang bertanggungjawab. Termasuk Kadis, PPK dan Kontraktornya,” tegasnya.

Dia menambahkan, pada pembangunan Puskesmas Pattingalloang ada 2 toilet di lantai 2 yakni ruang perawatan dan 1 toilet di ruang Apotik yang mengalami gagal perencanaan kerja dari awal dan dikerjakan asal jadi. Dimana air pembuangan tertampung dan tergenang dikarenakan saluran pipa buntu. Hal ini dapat mempengaruhi kondisi lantai dan bangunan akibat rembesan air tersebut.

“Sejauh ini, Kadis dan PPK nyantai merasa tidak ada masalah, padahal jelas ini pembiaran,” terangnya.

Kendati demikian, kata Jumadi, pihaknya tetap akan terus memantau dan mengawal.

“Ini kerusakan dari awal dikerjakan terburu-buru dan asal jadi, ini uang negara yang dipakai, sebaiknya mereka jangan main-main,” katanya

Tak hanya itu, proyek pekerjaan pembangunan Puskesmas Kodingngareng yang menelan anggaran Rp 2.725.564.000, juga dianggap bermasalah. Dimana LSM PERAK menerima pengaduan dari masyarakat jika Kontraktor PT Rimba Raya Utama belum membayar bahan material yang diambil dari Galesong Kabupaten Takalar.

“Di bulan 12 waktu itu, kami mendapati progres pengerjaan baru 30%. Kami sudah curiga dan menduga anggarannya sudah habis dipakai kontraktor dan tidak memiliki modal lagi untuk melanjutkan pekerjaan. Satu persatu sebab mulai terbuka kenapa sampai bisa proyek ini tidak selesai. Alhasil, penyuplai bahan material belum dibayar,” ujar Jumadi.

Tidak hanya itu, Jumadi juga mengungkapkan dari 15 unit Puskesmas itu masih ada beberapa yang diduga kuat bermasalah. Diantaranya, Puskesmas Antang, Barombong, Cendrawasih, Bira, Tamangapa dan Pustu Langkai.
(*)

Gratis Berlangganan Berita Via WhatsApp

BACA BERITA LAINNYA :