oleh

Permohonan Sertifikat HGB oleh PT. Multigraha Perkasa Dinamika di BPN Maros, Diduga Terbit SHM atas Nama Perseorangan

 

Maros. Retorika.co.id – PT Multigraha Perkasa dinamika sebagai pemegang akte pelepasan hak atas lokasi yang terletak di Desa Ma’rumpa dan Desa Temmappaduae, Kec. Marusu, Kab. Maros, luas 100 Ha. Diduga terbit Sertikat Hak Milik atas nama perseorangan (pribadi)

Dalam proses pelepasan hak tanah milik masyarakat di Desa Ma’rumpa dan Desa Temmappaduae oleh PT. Multigraha Perkasa Dinamika yang telah mengantongi izin lokasi seluas 100 Ha untuk keperluan pembangunan perumahan, namun yang terealisasi hanya kurang lebih 50 Ha, setelah melakukan pelepasan hak atas tanah milik warga, PT Multigraha Perkasa memohonkan penerbitan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) di BPN Maros.

Dalam proses permohonan Sertifikat Hak Guna Bangunan tersebut oleh PT. Multigraha Dinamika Perkasa, maka pihak BPN melalui BPN Kanwi Sulsel telah melakukan pengukuran, terbit Nomor Induk Bidang (NIB) dengan Nomor NIB : 00708 yang sudah dibebaskan PT Multigraha Perkasa Dinamika (vide: pemohon Sertifikat Hak Guna Bangunan).

Tanah tanah yang telah dilepaskan haknya oleh PT Multigraha Perkasa Dinamika dan telah dimohonkan HGB di BPN Maros diduga dibatalkan secara sepihak oleh PT. Multigraha Perkasa Dinamika dan telah terbit sertifikat hak milik atas nama perseorangan, padahal tanah tersebut telah menjadi status tanah negara lepas.

Tanah yang statusnya telah menjadi tanah negara lepas itu diduga dibeli oleh Gudang 88 tanpa proses pembatalan pelepasan hak PT. Multigaraha Dinamika Perkasa sebagai pemegang akte pelepasan hak melalui pengadilan. Sehingga diduga ada kerugian negara puluhan milyar dan perbuatan melawan hukum pada proses peralihan dari tanah negara lepas yang sudah diletakkan hak pelepasan di atasnya kemudian menjadi Sertifikat Hak Milik atas nama perseorangan (pribadi). (*)

BACA BERITA LAINNYA :