oleh

Pertemuan Dua Mantan Manager Dengan Mantan Pemain PERSIBA Balikpapan

 

Takalar, Retorika.co.id – Olahraga sepak bola, selain menyenangkan untuk ditonton, sebenarnya mengandung banyak pelajaran manajemen dari pelaku utamanya, Beberapa di antaranya adalah pendekatan humanis sebab Bisnis sepak bola ini bukanlah ‘mesin’ tetapi menyangkut sisi relasi manusia. pernyataan ini diungkapkan Oleh Mantan Manager Persiba Balikpapan 2 Musim Liga Super Indonesia Faisal Tola Disela-sela kesibukannya sebagai sebagai Pengusaha Muda Ternama dikalimantan

Dalam sepakbola, konsep pelatih dan manajer memiliki interpretasi yang berbeda ketika keduanya disandingkan. Pelatih (head coach) adalah figur yang bertugas memberikan porsi latihan, meracik strategi, dan memberikan instruksi di lapangan. Sedangkan seorang manajer (manager) bertanggung jawab mengatur administrasi dan persiapan tim di luar lapangan,” ngkapnya.

Kita tetap harus responsif terhadap perubahan yang ada. Masih banyak pelajaran manajemen yang dapat dipetik dari olahraga sepak bola, sepak bola itu perlu memberi ‘imajinasi’ kepuasan bagi penggemar secara kontinu. Hal ini memaksa manajer untuk terus berkreasi, dan menjaga konsistensi pelayanan disemua Lini, tidak ada salahnya ‘birokrat’ berasal dari manajer sepak bola, sebagai bagian Dari reformasi karena yang terpenting dipersoalan ini adalah yang dapat mengimajinasikan sebuah keberhasilan secara global.

Konsep inilah yang ditawarkan oleh Tokoh Sepak Bola Balikpapan Faisal Tola kepada Mantan Pemain Persiba Balikpapan Haeruddin Nyau dikota Balikpapan kemarin, dalam pertemuan keduanya tercipta sebuah Acuan Solusi dikondisi Sepak Bola Takalar saat ini yang terus mengalami kemunduran,

Sebagai Pengusaha Sukses, Faisal Tola mengungkapkan pengalamannya saat menjadi Manager Persiba Selama 2 Musim dikompetisi Liga Super Indonesia, bahwa mengurusi sepak bola itu adalah sebuah Hal Gila, semua sisi harus dieksekusi dgn Kegilaan, karena sejatinya memang Sepak bola saat itu bukan Ruang untuk memamfaatkan dan mencari keuntungan tetapi Justru kita harus Rela berkorban waktu, Materi untuk Visi memajukan persepakbolaan Tanah Air,” tutupnya. (Arsyadleo)

BACA BERITA LAINNYA :