oleh

Pohon Mangga Dipangkas Tanpa Izin , Hamzah Daeng Temba Sang Pemilik Merasa Dirugikan

Gowa, Retorika.co.id — Hamzah Daeng Temba warga Kacci-Kacci Desa Bontobiraeng Kec.Bontonompo merasa dirugikan oleh seorang perempuan yang berinisial SP yg tinggal di Dusun Bontomanai Desa Kalebarembeng Kec.Bontonompo-Gowa.

Pasalnya SP (pelaku) melakukan pemangkasan pohon mangga miliknya tanpa sepengetahuan dirinya.

Hamzah Daeng Temba kepada Awak media mengaku dirugikan dan seolah-seolah merasa tidak dihargai oleh oknum SP (Pelaku) yang melakukan pemangkasan pohon mangga miliknya yang terletak di Dusun Bontomanai Desa Kalebarembeng.

Hamzah Daeng Temba menambahkan bahwa pelaku sudah dua kali melakukan pemangkasan pohon miliknya, sehingga merasa dirugikan dan merasa tidak dihargai oleh Pelaku.

“Saya seperti tidak dihargai oleh pelaku SP, memangkas pohon mangga milik saya begitu saja tanpa ada sepengetahuan dirinya siapa saja pasti marah bila diperlakukan seperti,” tutur Hamzah Daeng Temba.

Sementara SP pelaku pemangkasan yang coba untuk dikonfirmasi oleh Awak media di kediamannya, Dusun Bontomanai Desa Kalebarembeng mengaku bahwa ia pernah meminta izin kepada Hamzah Daeng Temba sebagai pemilik 1 tahun yang lalu, dan saat itu sang pemilik mempersilahkan untuk melakukan pemangkasan pohon miliknya yang bisa membahayakan.

SP menambahkan bahwa tidak ada maksud lain kecuali demi untuk keamanan karena trauma dengan kabar banyaknya pohon tumbang yang menimpa rumah sampai hancur dan menghilangkan nyawa manusia.

Namun pernyataan pelaku SP berbeda dengan keterangan Ansar kemenakan dari Hamzah Daeng Temba kepada Awak media menuturkan bahwa sehari setelah pemangkasan pohon dilakukan oleh SP, saudara Ansar sempat bertanya kepada SP (Pelaku) bahwa siapa yang kasih izin untuk memangkas pohon mangga ini, oleh SP menjawab bahwa dirinya telah meminta izin kepada istri dg Lagu (saudara Hamzah Daeng Temba)

Ansar lantas menanyakan langsung perihal tersebut kepada istri pamannya untuk mencari tahu kebenarannya namun istri pamannya (Dg Lagu) menyangkal dan mengatakan dirinya tidak pernah memberikan izin kepada SP dan juga tidak pernah SP (pelaku) datang kepadanya meminta izin untuk memangkas pohon mangga tersebut,” tutur Ansar.

Ansar kemudian mengaku terkejut terkait pernyataan SP (Pelaku) yang berubah-ubah, tidak konsisten dengan perkataannya saat didatangi oleh wartawan dan saat dirinya bertanya kepadanya sehari setelah pemangkasan dilakukan perihal siapa yang memberi izin melakukan pemangkasan.

Dalam kasus pengrusakan ini, Hamzah Daeng Temba yang merasa dirugikan oleh pelaku berniat akan melaporkan kasus tersebut ke pihak penegak hukum.(*)

BACA BERITA LAINNYA :