oleh

Proses Lelang Rujab Ketua DPRD, Menuai Sorotan Tajam, Diduga Ada Oknum Bermain di ULP Takalar

Takalar, Sulsel Media Retorika.co.id – Proses lelang Rumah Jabatan (Rujab) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Takalar diduga bermasalah.

Karena proses rekapitulasi yang di upload dokumen penawaran oleh rekanan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) berbeda dengan hasil yang di tampilkan di Aplikasi Pengaman Dokumen (Apendo) yang dikembangkan oleh Lembaga Sandi Negara (LSN).

Hal ini dibenarkan oleh Komisaris CV. Nayla Inti Persada, Abd Kadir Nassa, dimana menurutnya, dokumen penawaran yang di uplod di LPSE beda nilai dan angka yang ditampilkan oleh Apendo.

Sebelumnya ada enam Perusahaan yang memasukan penawaran di LPSE Takalar ada tiga perusahaan yang merasa dirugikan yakni CV. Nayla Inti Persada, CV. Aufa Karya 88, Cv. Bintang Turatea karena tiga perusahaan tersebut sama persis nilai dan angka yakni Rp. 1.705.000.000 yang di tampilkan di LPSE Takalar, ungkap Abd Kadir, Rabu (13/09/20)

Walaupun sempat di uji forensik dan ada pergeseran yang dipublikasikan namun pihaknya masih dirugikan karena tetap tidak sesuai hasil penawaran yang saya Upload.

” Sudah di uji forensik namun tetap tidak sama yang saya aploud, diduga ada oknum yang dengan sengaja bermain di ULP, ungkapnya komisaris CV.Nayla inti Persada

Sementara Kabag UlP Irfan dikonfirmasi lewat telpon Sesulernya, namun tidak tersambung sampai berita Tayang.(Arsyadleo)

BACA BERITA LAINNYA :