oleh

Seorang Bocah di duga Masih Hidup dan Berada di Kota MAKASSAR, “Gempa dan Tsunami” Sulteng

Makassar, Retorika. Co. Id – Pasca terjadinya bencana paling dahsyat yang pernah menghantam bumi Sulawesi, Kota Palu-Donggala (Sulteng) Oktober 2018 kemarin dan menelan ribuan korban jiwa, berupa Gempa bumi berkekuatan 7,4 Mw dan Tsunami 7,7 SR, tentunya menyisahkan sejuta pilu bagi Masyarakatnya.

Seperti halnya yang dialami oleh seorang warga Palu yang bernama Umar, mengaku kehilangan seorang putranya Raden Rahmat (10 thn), bocah kelas 3 SD ini, sampai sekarang tidak ditemukan mayatnya, dan Ayah dari Bocah ini memperkirakan Putranya tidak ada dalam daftar korban yang meninggal pasca Gempa dan Tsunami.

Raden Rahmat, Putra dari Umar asal BTN Tondo kota Palu, di duga masih hidup dan saat ini berada di Kota Makassar. Karena menurut dugaannya, Putranya diselamatkan oleh seseorang dan membawanya ikut mengungsi ke Makassar, Pasca Gempa dan Tsunami Sulteng. Keyakinan Umar semakin kuat, saat Umar mendapat informasi dari salah seorang temannnya kalau Putranya, Raden Rahmat pernah ada yang melihat di sekitar Makassar.

“Saya dapat informasi kalau Putra saya, Raden Rahmat ada di sekitar wilayah Makassar, makanya saya ke Makassar mencari Putra saya, tapi sampai sekarang belum berhasil saya temukan,” tutur Umar kepada awak media, Sabtu (16/06/19)

Umar berharap kepada semua teman-teman relawan yang ada di seputaran Makassar bila melihat ciri Putranya tersebut, sesuai fhoto yang ada di Media ini memohon untuk segera di informasikan ke kantor Polisi setempat atau menghubungi Polres Donggala Polda Sulteng. “Semoga putra saya dapat di temukan dan berkumpul kembali”, tutup Umar.

(*red)

Gratis Berlangganan Berita Via WhatsApp

BACA BERITA LAINNYA :