oleh

SMPN 4 Bantimurung Kabupaten Maros, Belajar Secara Daring Dan Luring

Maros. Retorika.co.id – Dengan adanya wabah pandemi virus corona Covid-19, masyarakat indonesia dalam menjalani aktivitas sehari-harinya tidak normal seperti biasanya. Namun demi menjaga kesehatan dan keselamatan para siswa dan sejumlah sekolah menerapkan sistem online atau virtual tanpa tatap muka langsung, sistem ini juga dikenal dengan sistem pembelajaran daring.

Jika dilihat dari Kemendikbud, daring adalah akronim dalam jaringan, terhubung melalui jaringan komputer, internet, dan sebagainya. Dilansir dari berbagai sumber, guru, dosen siswa, dan mahasiswa kini melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring termasuk pada saat pemberian tugas. Hj. Aida Rayana, S.Pd, selaku kepala sekolah SMPN Bantimurung Kabupaten Maros.

“Pembelajaran daring bagi siswa- siswi adalah metode belajar yang menggunakan model interktif berbasis internet dan Learning Manajemen System ( LMS ). Seperti menggunakan Zoom, Google Meep, dan lainnya. Berbeda dengan daring, sistem pembelajaran luring merupakan sistem pembelajaran yang memerlukan tatap muka,” ungkap Kepsek saat ditemui diruang kerja nya oleh wartawan Retorika.

“Luring adalah akronim dari luar jaring, terputus dari jejaring komputer. Misalnya, saat siswa belajar melalui buku pegangan siswa atau tenaga pengajar, Belajar secara daring tentu memiliki tatangannya sendiri, Berbeda dengan luring, kamu bukan hanya membutuhkan suasana dirumah yang mendukung untuk belajar, tetapi juga koneksi internet yang memadai. Namun proses pembelajaran yang efektif juga tak kalah penting, Lantas bagaimana siswa- siswi dapat belajar daring dengan efektif, adalah komunikasi antar tenaga pengajar dan murid harus belajar dengan baik pada saat melakukan video call, Aktif dalam berdikusi baik teman- teman, managemen waktu bagi siswa sangat penting. Meski belajar dirumah, pastikan kamu membuat cacatan mana saja tugas yang sudah dikerjakan, dan mana tugas yang harus segera kamu selesaikan, dan jangan lupa untuk tetap bersosialisasi dengan anggota keluarga dirumah, serta teman- teman sekelas,” lanjutnya.

“Pembelajaran secara Daring dengan dua mata pelajaran setiap harinya dimulai pukul 8 pagi hingga pukul 10, dan dilanjutkan proses pembelajaran pukul 10, 30 hingga pukul 12,00 siang, ini rutin dilakukan setiap harinya. Sedangkan Luring diberi soal dan buku paket serta menyetor hasil pembelajaran dua hari sebelumnya,” tutupnya. ( Mahyuddin )

BACA BERITA LAINNYA :