oleh

Terbukti Perintisan Jalan, Bukan Peningkatan Taman Wisata Buru Je’nelimbua Buakanga, Lahan Pemilik Belum Ada Kompensasi dari Rekanan

Takalar, Retorika.co.id – Jelas ada dugaan kuat persengkongkolan jahat dalam proses pekerjaan Taman Wisata Buru Je’ne Limbua Buakanga, sudah mulai nampak dan jelas bahwa yang dipublikasikan di dokumen lelang dikantor LPSE sekretariat Takalar tertuang Peningkatan jalan taman buru jenelimbua Buakanga di desa Cakura kecamatan Polongbangkeng Selatan ( POLSEL) kabupaten Takalar.

Fakta dan jelas bukti ternyata ada pembohongan publik karena yang di publikasikan di dokumen lelang LPSE, tidak sesuai fakta di lapangan ternyata dari pantauan media Retorika.co.id terdapat perintisan jalan
Wisata Buru Jene Limbua Buakanga.

Karena diperkuat dari pernyataan salah satu warga yang terkena lahan miliknya di jadikan jalan perintisan taman wisata Buru Jenelimbua Buakanga, bahkan warga sempat menghadang eskavator pada saat beroperasi di lahan miliknya,

“Sudah ada empat hari pak pekerjaan dilaksanakan dan pas di sawah kami saya hadang dan memperhatikan karena tidak ada penyampaian sebelumnya bahwa tanah saya di jadikan jalan, ucapnya Dg Nio

Lanjut kata Daeng Bio” bahkan pak Desa pun turung tangan untuk mencarikan solusinya untuk digantikan lahan tanah oleh rekanan

“Pada saat itu rekanan Dg Bani dan di saksikan oleh kepala Desa saya memberikan kesepakatan untuk ganti rugi atau kompensasi, agar di gantikan tanahnya seluas yang terkena jalan.ungkapnya lagi

Menurut anak Dg Nio dikonfirmasi lewat WhatsAppnya mengatakan sampai sekarang pak tidak ada ganti rugi, pada hal sudah ada kesepakatan dari kontraktor, pesannya lewat WA Anaknya Ani

Sementara Kepala Desa Cakura Hardiansa S.Pd saat dikonfirmasi lewat telepon sesulernya membenarkan kalau sampai sekarang belum ada ganti rugi atau kompensasi dari kontraktor kepada warga yang terdampak lahamnya di jadikan perintisan jalan wisata Buru Je’nelimbua Buakanga.

” Iya, Sampai sekarang belum ada kompensasi dari kontraktor, padahal sudah ada kesepakatan bahwa akan di ganti rugikan,” ungkap kepala Desa Cakura Hardiansa

Tambahnya lagi, kami sudah berusaha mediasi antara kontraktor dan warga yang terkenah lahannya, tapi sampai sekarang kontraktor belum memenuhi perjanjian kesepakatannya, tapi saya selalu kepala desa tetap berusaha kembali mediasi,” tutupnya. ( Arsyadleo)

BACA BERITA LAINNYA :