oleh

Terkait Pemotongan Gaji Kontrak 150 Ribu, Ini Tanggapan Kepala BPKAD Makassar

Makassar. Retorika.co.id —Viral dibeberapa media online terkait pemotongan upah tenaga kontrak pemkot Makassar perbulan yang diterima selama sebulan sebesar 1 Juta rupiah, dengan perincian 150 ribu untuk Jaminan Hari Tua (JHT) di BPJS ketenagakerjaan, sehingga tenaga kontrak selama sebulan hanya menerima Rp 850 ribu.

informasi yang belum dipahami sejumlah pegawai tenaga kontrak Kota Makassar terkait gajinya yang dipotong, Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKAD) angkat bicara

Melalui kepala BPKAD Abdul Rasyid didampingi, Andi Ato S.IP, S.AP, M.AP menjelaskan permasalahan pemotongan ini harus dipahami betul oleh masing-masing kasubag Keuanga di SKPD.

Pasalnya gaji yang terpotong itu sudah MoU antara pemkot makassar dan pihak BPJS dengan Nomor : 180.560/44/BPKS/XII/2017 dan Nomor : Per/4711/2017,” Kata Andi diruang kerjanya, Rabu (9/10/2019)

Permasalahan yang ganjil jika nilai potongan upah yang diperoleh dari ribuan tenaga kontrak untuk premi BPJS, sebagian besar tenaga kontrak belum mendapatkan kartu BPJS atau buku tabungan sebagai bukti bahwa mereka adalah tenaga kontrak (honorer/sukarela) sebaiknya pihak SKPD memberi sosialisasi kepada pegawai kontraknya,

Soal kartu yang belum dipegang oleh tenaga kontrak pihak SKPD juga seharusnya mendata ulang pegawainya yang mana belum mengantongi bukti kartu BPJS ketenagakerjaan

Adapun pegawai telah putus kontrak, mereka wajib membawa surat keterangan ke BPJS untuk memperlihatkan bukti kerja selama mengabdi di pemerintahan,” Tutupnya”. (HS)

Gratis Berlangganan Berita Via WhatsApp

BACA BERITA LAINNYA :