oleh

Terkait Proyek 15 Puskesmas, PERAK Nilai Kadis Kesehatan Layak Jadi Tersangka

MAKASSAR, Retorika.co.id ā€“ Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Rakyat (LSM PERAK) mendesak penegak hukum melakukan penetapan tersangka Kadis Kesehatan Kota Makassar, dr. Naisyah T. Azikin, M.Kes, PPK dr Rimayani dan kontraktor proyek pembangunan Puskesmas Pattingalloang. Tidak hanya itu, diduga 15 unit proyek puskesmas yang dibangun hampir semua ditengarai bermasalah.

Dimana LSM PERAK meminta segera Kadis, PPK dan Kontraktor proyek tersebut dipercepat penyelidikan dan penyidikannya.

“Ada novum baru bukti temuan di lapangan dan kami sudah masukkan, saya rasa ini jelas sudah bisa dijadikan dasar untuk melakukan penetapan tersangka. Apalagi yang ditunggu Kejati ?,” ujar Jumadi, SH selaku Koordinator Divisi Hukum LSM PERAK Sulsel, Selasa (1/4/19).

Jumadi juga mengatakan, kenapa berani membuat berita acara penyerahan pekerjaan atau PHO padahal pembangunan puskesmas tersebut diduga kuat tidak sesuai standar kelayakan, padahal sementara proses pembangunan tapi sudah rusak duluan.

Lanjut Jumadi, ada beberapa bagian yang sudah rusak. Dimana kerusakan tersebut juga dikeluhkan oleh pasien yang melakukan rawat inap.

“Ada 2 toilet yang tersumbat dan tidak dapat difungsikan di lantai 2 ruang perawatan, airnya sampai tergenang. Parahnya, ada 3 ruangan di lantai 1 yang terdampak rembesan air dari lantai 2. Diantaranya, kamar obat, ruang telemedicine dan toilet di lantai 1,” ungkap Alumni Fakultas Hukum Universitas Haluoleo Kendari ini.

Pihaknya juga menemukan di area toilet di lantai 1, ada air menetes dari lantai dua melalui lampu yang ada di plafon, akibatnya lantai pada toilet licin dan kotor. Tentunya, rembesan air ini dapat mempengaruhi kondisi lantai dan bangunan secara keseluruhan.

“Patut diduga saluran pembuangan air atau sanitasinya mengalami kesalahan kerja. Apakah pipanya tersumbat, bocor ataukah memang tidak ada. Bangunan ini jelas diduga asal jadi karena keburu waktu dan ingin cepat dibayar kontraktornya,” jelas Jumadi.

Jumadi menegaskan, pihaknya sudah memasukkan bukti laporan tambahan ke penegak hukum terkait apa yang sudah timnya temukan di Puskesmas Pattingalloang.

“Fakta di lapangan yang kami temukan, dari 15 unit ada beberapa puskesmas yang diduga bermasalah, terutama Puskesmas Pattingalloang jauh dari kata layak dan asas manfaatnya,” tegas aktivis anti korupsi ini.

Jumadi mendesak segera Kejati Sulsel segera menindaklanjuti temuan baru di Puskesmas Pattingalloang.

“Kalau menurut kami ini fatal pekerjaannya, sudah saatnya Kejati turun dan jika ada indikasi korupsi yah harus ada penetapan tersangka pastinya,” tandasnya.

Menurutnya, fakta di lapangan, ini jelas pembiaran yang dilakukan Kadis Kesehatan Kota Makassar dan PPK nya.

“Patut diduga ada fee dan bagi-bagi keuntungan yang diperoleh Kadis dan PPK-nya agar tutup mata terkait hasil pekerjaan di Puskesmas Pattingalloang dan beberapa puskesmas lainnya. Kawan-kawan aktivis dan mahasiswa juga sepakat meminta Kadis dicopot jabatannya dan kami juga meminta Kadis bertanggung jawab atas hal ini,” tambah Jumadi.

Ia juga mengingatkan jika dibiarkan sanitasi di toilet tergenang air dan tetap digunakan oleh pasien, maka sangat memungkinkan pasien akan terkena virus dan gangguan kesehatan lainnya.

“Dalam Permenkes nomor 13 tahun 2015 sudah jelas standar bangunan yang dikatakan layak untuk sebuah Puskesmas. Kasihan kalau pasien datang berobat dan mau sembuh malah tambah sakit,” pungkas Jumadi. (**).

Gratis Berlangganan Berita Via WhatsApp

BACA BERITA LAINNYA :