oleh

Tradisi Masyarakat “Balangtanaya, Melangsungkan Kegiatan “A’JAGA”

Takalar, Retorika. Co.Id — Kegiatan “A’JAGA” sebutan yang lazim di ucapkan oleh Masyarakat Desa Balangtanaya, tepatnya berada di Kecamatan PolongBangkeng Utara, Kabupaten Takalar (SULSEL). “A’JAGA”, Menurut Masyarakat setempat adalah kegiatan Khitanan (Sunat) bagi anak Laki-laki yang mulai beranjak Remaja serta anak Perempuan yang dianggap sudah layak untuk di khitan. Daeng Serang, Salah satu Warga Desa Balangtanaya pada hari ini, Sabtu (22/6/2019) sedang melangsungkan kegiatan “A’JAGA” dirumahnya.

Ditemui dalam kegiatan tersebut, Salah satu Tokoh Masyarakat setempat, Purwanto Dg. Se’re’ Mengungkapkan Kegiatan “A’JAGA” (Khitanan) ini, dirangkaikan dengan acara berupa AMMOLONG dan APPALILI. Menurut Daeng Se’re’ sapaan akrabnya, AMMOLONG berarti Memotong Sapi atau Kambing, yang “Uniknya’ hasil dari potongan-potongan daging itu diperebutkan Masyarakat setempat tanpa dihalangi oleh pelaksana (Tuan Rumah) dalam kegiatan “A’JAGA” tersebut, “Nanti kalau ada sisanya dari potongan-potongan daging yang diperebutkan itu, barulah diambil oleh yang Punya “Acara, kalaupun tidak ada sisanya tidak apa-apa, karena itu sudah Tradisi Masyarakat Balangtanaya’, Ujar “Daeng Se’re. Masyarakat Balangtanaya meyakini bahwa daging hasil rebutan itu “A’barakka” (Mendapat berkah) apabila diambil dagingnya pada saat ada kegiatan “A’JAGA”,

“Lanjut Dg. Se’re, APPALILI yaitu upacara Ritual mengelilingi rumah bagi yang melaksanakan kegiatan “A’JAGA” tersebut, Ritual ini bertujuan mengusir Roh jahat selama kegiatan berlangsung. Tradisi AMMOLONG dan APPALILI dalam kegiatan “A’JAGA” telah di lakukan oleh Masyarakat Desa Balangtanaya turun temurun dari Nenek moyangnya. Dg. Se’re berharap agar Budaya ini mendapat perhatian dari Pemerintah setempat, agar keasliaan Budayanya tetap terjaga, tutup Dg. Se’re.

(Rasul)

Gratis Berlangganan Berita Via WhatsApp

BACA BERITA LAINNYA :