oleh

Warga Desa Balangpesoang Protes Mekanisme Bantuan Untuk Prasejahtera

Bulukumba, Retorika.co.id — Warga Desa Balangpesoang Kec. Bulukumpa Kab. Bulukumba, Hamsiah usia 71 tahun, tidak bekerja, tinggal seorang diri di rumah panggungnya di Buhung Tellang RT. 001 RW .003, saat ditemui oleh awak media, Sabtu, 18 januari 2020, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah setempat yang tidak memerhatikan dan peduli keadaan masyarakat prasejahtera seperti dirinya.

“Waktu 15 tahun yang lalu, saya pernah
marah kepada pemerintah setempat  karena tetangga saya mendapatkan bantuan dana dan saya tidak dapat, padahal saya juga memiliki kartu kuning, lalu saya menyambangi pak desa untuk meminta keadilan, “saya bilang sama pak desa, tolong saya juga di layani, kalau pak desa tidak layani saya, tidak lamaki itu jadi Kepala Desa,” tuturnya kepada Kades

Lanjut Hasnah, “setelah saya marah barulah disuruh sama pak desa (Darwis) ke kantor pos, dan pada waktu itu saya disambut baik disana. Saya memberikan kartu kuningnya ke staf kantor Pos dan dia memberikan uang sebesar 600 ribu akan tetapi dia tidak kembalikan kartu kuning saya, lalu saya bertanya pada staf kantor pos itu, dia cuma menjawab, “ituna dolo ibu Hamsiah” dalam bahasa bugis, (itu saja dulu ibu Hamsiah). Kemudian saya bertanya lagi, “kenapa kartu kuning yang saya berikan tidak di kembalikan ke saya lagi pak, tapi tidak ada yang menjawab, jadi saya pulang saja, “ucap Hamsiah dengan kesal

Semenjak itu sampai sekarang Hamsiah tidak pernah lagi dapatkan bantuan dari pemerintah setempat, sekitar 10 tahun lamanya Hamsiah sering didatangi oleh pendata yang berdalih pendataannya adalah bantuan tapi sampai saat ini, belum juga ada bantuan dari pemerintah setempat kecuali dari cucunya yaitu Pak Ambo. Untuk bertahan hidup, Hamsiah dibantu oleh Ambo cucunya, dia yang selama ini membantu neneknya untuk kebutuhan hidup sehari harinya, pekerjaan Ambo hanyalah sopir truck milik pak Hermansa

“Cappek ma nak, dengar kata bantuan karena sudah sering pendata itu datang di rumah tapi tidak ada buktinya, saya sakit hati ji bila saya membahas masalah bantuan, karena pemerintah itu memberikan bantuan kepada keluarganyaji sendiri. Mudah-mudahan tahun 2020 ini pemerintah setempat memperhatikan keadaan dan peduli dengan orang miskin seperti saya ini. “Saya berharap mendapat bantuan berupa beras dan listrik kasian, “tuturnya dengan nada sedih. (Rudi)

loading...

BACA BERITA LAINNYA :