oleh

Warga Resah ! Cerobong Asap PT. Semen Bosowa Menghasilkan Kepulan Debu, Jatuh Dipemukiman Warga Sekitar

Maros, Retorika co.id. — PT. Semen Bosowa yang terletak  diantara dua desa, yaitu Desa Tukamasea dan Desa Baruga, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros juga sering disebut ring satu, karna dampak lingkungan langsung dirasakan oleh warga sekitar, setiap kegiatan pabrik Semen Bosowa, baik peledakan maupun cerobon debu yg dikeluarkan pabrik semen bosowa.

Beberapa hari belakangan ini PT. Semen Bosowa bertingkah dengan sendirinya, tanpa pemberitahuan sebelumnya warga sekitar maupun berkoordinasi dengan pemerintah setempat, cerobong
asap yang dikeluarkan pabrik berupa kepulan debu menimpa pemukiman warga, yang  tentunya meresahkan warga sekitar pabrik semen bosowa

Salah satu tokoh masyarakat Arsad yg berada disekitar pabrik semen bosowa, “mengatakan pihak FB-BERSATU sudah sering  kali bertemu pihak manajement bosowa (Pak mursin & Pak Alam) untuk membicarakan dampak yg ditimbulkan oleh aktifitas pabrik Bosowa, namun sepertinya hal itu tidak dihiraukannya, bahkan semakin menjadi-jadi, yang dilontarkan hanya HOAX (janji janji palsu) belaka tanpa hasil “ungkapnya.”

Ketua Yayasan Bantuan Hukum Mitra Indonesia Mandiri YBH MIM, Hadi Soetrisno SH, saat dimintai komentarnya oleh awak media, “kami sangat menyesalkan jika kegiatan pabrik Bosowa yang menghasilkan Polusi udara berupa kepulan debu, tidak mendapat respons, perhatian dari pihak management Bosowa pasalnya, akibat polusi udara yang dihasilkan oleh aktifitas pabrik Bosowa dapat menimbukan gangguan pernafasan bagi warga sekitar pabrik. Seperti isfah (sesak nafas),”ungkap Hadi.”

Lanjut Hadi,  Pihak management wajib memerhatikan dan menerapkan Sistem Managemen Keselematan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang terintegrasi dengan perusahaan PT. Semen Bosowa sesuai Pasal 87 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Jo. UU No. 23 Tahun 2009 tentang Kesehatan junctis PP No.50 Tahun 2012 tentang Penerapan SMK3 serta Pasal 1 Ayat (2) UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup, sebagai kewajiban dan tanggung jawab perusahaan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran da/atau kerusakan lingkungan hidup,”jelasnya.”

Laporan : (Andi Pattawari)

Gratis Berlangganan Berita Via WhatsApp

BACA BERITA LAINNYA :